Islam > Hadis > Fikih dan usul fikih > Cukuplah seseorang itu dikatakan berdosa ketika dia menahan nafkah dari orang yang menjadi…
Hadis sahihDiperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit bacaعن خَيْثَمَةَ، قال: كنا جلوسًا مع عبد الله بن عمرو، إذ جاءه قَهْرَمَانٌ له فَدَخَلَ، فقال: أَعْطَيْتَ الرَّقِيقَ قُوتَهُمْ؟ قال: لا، قال: فَانْطَلِقْ فَأَعْطِهِمْ، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يَحْبِسَ عَمَّنْ يَمْلِكُ قُوتَهُ».
Di dalam hadis ini, Abdullah bin 'Amr -raḍiyallāhu 'anhumā- menerangkan besarnya tanggung jawab seseorang pada orang-orang yang wajib dia nafkahi, yaitu ketika dia mengetahui bahwa bendaharanya belum memberikan budak-budak nafkah mereka, lalu dia membawakan hadis Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- yang berisikan penjelasan bahwa kelalaian seseorang dan penelantarannya terhadap orang yang berada di bawah tanggungannya dengan tidak memberikannya nafkahnya termasuk sebab terbesar adanya dosa.
Kategori : Fikih Keluarga · Nafkah · Fikih dan Uṣūl Fikih