Islam > Hadis > Akidah > Pada saat perang Muktah, ada sembilan bilah pedang patah di tanganku, maka tidak ada lagi …
Hadis sahihDiperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit bacaعن أبي سليمان خالد بن الوليد رضي الله عنه قال: لقد انقطعت في يدي يوم مُؤْتَةَ تسعة أسياف، فما بقي في يدي إلا صَفِيحَةٌ يمانية.
Khālid bin Al-Walīd -raḍiyallāhu 'anhu- adalah pedang Allah, tentara kavaleri Islam, singa perang, dan panglima para mujahidin. Ia termasuk tokoh Quraisy pada masa jahiliah. Ia masuk Islam sebelum penaklukan Makkah dan dalam perang Uhud ikut menjadi pasukan musyrikin Quraisy lalu masuk Islam. Ini merupakan bukti kesempurnaan kekuasaan Allah -'Azza wa Jalla- dan kendali segala urusan ada di tangan-Nya. Dia membuat sesat siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk siapa yang dikehendaki-Nya. Khālid bin Al-Walīd mengabarkan tentang sembilah bilah pedang yang patah di tangannya dalam perang Muktah pada tahun ke delapan hijriah. Ini bagian dari keberanian Khālid bin Al-Walīd -raḍiyallāhu 'anhu-. Tidak ada pedang yang tinggal bersamanya kecuali sebuah pedang yang lebar dari Yaman.
Kategori : Keutamaan Para Sahabat -raḍiyallāhu 'anhum- · Akidah · Para Sahabat