Islam > Hadis > Fikih dan usul fikih > Abdullah bin Mas'ud -raḍiyallāhu 'anhu- pernah dibawakan kepadanya seorang lelaki yang men…
Hadis sahihDiperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit bacaعن علقمة، والأسود، قالا: أُتِيَ عبد الله في رجل تَزوجَ امرأة ولم يَفرض لها، فتُوفي قبل أن يَدخل بها، فقال عبد الله: سَلُوا هل تجدون فيها أثرا؟ قالوا: يا أبا عبد الرحمن، ما نجد فيها - يعني أثرا - قال: أقول برأيي فإن كان صوابا فمن الله، «لها كمَهْرِ نسائها، لا وَكْسَ ولا شَطَطَ، ولها الميراث، وعليها العِدَّة»، فقام رجل، من أشجع، فقال: في مثل هذا قضى رسول الله صلى الله عليه وسلم فينا، في امرأة يقال لها بِرْوَع بنت وَاشِقٍ تزوجت رجلا، فمات قبل أن يَدخل بها، «فقضى لها رسول الله صلى الله عليه وسلم بمِثل صَداق نسائها، ولها الميراث، وعليها العِدَّة» فرفع عبد الله يَديْهِ وكبَّر.
Hadis ini menunjukkan bahwa seorang wanita berhak mendapatkan seluruh maharnya dengan kematian suaminya setelah akad sebelum ditentukan jumlah maharnya, meskipun belum terjadi hubungan suami istri dan berduaan, juga meskipun suami tidak menyebutkan mahar untuk istrinya -yakni, tidak menetapkan batasannya- maka bagi wanita itu mahar seperti yang diperoleh para wanita kerabatnya. Hadis ini juga menunjukkan bahwa wanita tersebut wajib menjalani masa idah karena telah berlangsung akad nikah. Jika suaminya wafat maka ia wajib menjalani idah wafat dan masa berkabung meskipun belum melakukan hubungan badan dan berduaan, sebagaimana dia juga berhak mendapatkan warisan dari suaminya karena dia merupakan istri dalam perlindungan suaminya.
Kategori : Fikih Keluarga · Pernikahan · Fikih dan Uṣūl Fikih · Mahar