Islam > Hadis > Dakwah dan hisbah > Aku teringat sebuah emas yang ada pada kami, maka aku tidak suka batang emas itu menahanku…
Hadis sahihDiperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit bacaعن عقبة بن الحارث رضي الله عنه قال: صليت وراء النبي صلى الله عليه وسلم بالمدينة العصر، فسَلَّمَ ثم قام مُسرعًا، فتَخَطَّى رِقَابَ الناس إلى بعض حُجَرِ نِسائه، فَفَزِعَ الناسُ من سُرْعَتِهِ، فخرج عليهم، فرأى أنهم قد عجبوا من سُرْعَتِهِ، قال: «ذكرت شيئاً من تِبْرٍ عندنا فكرهت أن يَحْبِسَنِي، فأمرتُ بِقِسْمَتِهِ».
وفي رواية: «كنت خَلَّفْتُ في البيت تِبْرًا من الصدقة، فكرهت أن أُبَيِّتَهُ».
Uqbah bin Al-Hāriṡ -raḍiyallāhu 'anhu- mengatakan bahwa suatu hari dirinya salat Asar bersama Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Usai salat, Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- berdiri meninggalkan tempatnya dengan cepat; beliau melewati leher-leher manusia menuju ke salah satu kamar istrinya. Tentu saja orang-orang merasa takut dengan hal itu. Kemudian beliau keluar lalu melihat orang-orang heran dengan tingkah tadi. Lantas Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menjelaskan kepada mereka mengenai sebab hal itu dan memberitahu bahwa dirinya ingat sebuah emas yang belum ditempa yang harus dibagikan. Beliau tidak suka emas itu menahannya dan membuatnya sibuk dengannya sehingga lalai dari menghadap kepada Allah -Ta'ālā-.
Kategori : Politik Islam · Kewajiban-kewajiban Pemimpin · Sirah Nabawiyah · Sifat-sifat Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- · Dakwah dan Ḥisbah · Sifat-sifat Akhlak · Zuhud Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- · Sejarah dan Tarikh