Islam > Hadis > Fikih dan usul fikih > Penduduk Kufah mengadukan Sa'ad, yaitu Sa'ad bin Abi Waqqāṣ -raḍiyallāhu 'anhu- kepada Uma…
Hadis sahihDiperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 3 menit bacaعن جابر بن سمرة رضي الله عنهما قال: شكا أهل الكوفة سعدًا يعني: ابن أبي وقاص رضي الله عنه إلى عمر بن الخطاب رضي الله عنه فعزله، واستعمل عليهم عمارًا، فشَكَوا حتى ذكروا أنه لا يُحسن يصلي، فأرسل إليه، فقال: يا أبا إسحاق، إن هؤلاء يزعمون أنك لا تُحسن تصلي، فقال: أمَّا أنا والله فإني كنت أصلي بهم صلاة رسول الله صلى الله عليه وسلم لا أَخْرِمُ عنها، أصلي صلاتَي العشاء فأَرْكُدُ في الأُولَيَيْنِ، وأُخِفُّ في الأُخْرَيَيْنِ. قال: ذلك الظن بك يا أبا إسحاق، وأرسل معه رجلًا -أو رجالًا- إلى الكوفة يسأل عنه أهل الكوفة، فلم يَدَعْ مسجدًا إلا سأل عنه، ويُثْنُونَ معروفًا، حتى دخل مسجدًا لبني عَبْسٍ، فقام رجل منهم، يقال له أسامة بن قتادة، يكنى أبا سَعْدَةَ، فقال: أما إذ نشدتنا فإن سعدًا كان لا يسير بالسَّرية ولا يَقْسِم بالسَّوية، ولا يَعْدِل في القضية. قال سعد: أما والله لأدعون بثلاث: اللهم إن كان عبدك هذا كاذبًا، قام رِياء، وسُمعة، فأطل عمره، وأطل فقره، وعرضه للفتن. وكان بعد ذلك إذا سئل يقول: شيخ كبير مفتون، أصابتني دعوة سعد. قال عبد الملك بن عمير الراوي عن جابر بن سمرة: فأنا رأيته بعد قد سقط حاجباه على عينيه من الكبر، وإنه ليتعرض للجواري في الطرق فيَغْمِزُهُنَّ.
Umar bin Al-Khaṭṭāb -raḍiyallāhu 'anhu- mengangkat Sa'ad bin Abi Waqqāṣ -raḍiyallāhu 'anhu- sebagai gubernur Kufah. Lantas penduduk Kufah mengadukannya kepada Amirul Mukminin Umar hingga mereka mengatakan bahwa Sa'ad bin Abi Waqqāṣ tidak baik dalam salat padahal dia sahabat agung yang diakui oleh Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- sebagai (penghuni) Surga. Umar pun mengirimkan utusan kepadanya lalu ia pun hadir. Umar berkata kepadanya, "Sesungguhnya penduduk Kufah mengeluhkanmu sampai mereka mengatakan, "Sesungguhnya engkau tidak baik dalam salat." Sa'ad -raḍiyallāhu 'anhu- memberitahu Umar bahwa dia memimpin salat mereka sebagaimana salat Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan dia menyebutkan salat Isya. Tampaknya salat ini -hanya Allah yang Maha tahu- adalah salat yang disebutkan oleh para pengadu tersebut. Sa'ad berkata, "Sesungguhnya aku memimpin salat mereka seperti salat Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- tanpa mengurangi sedikit pun darinya. Aku memanjangkan bacaan di dua rakaat pertama,, dan memendekkan bacaan di dua rakaat terakhir." Umar -raḍiyallāhu 'anhu- berkata kepadanya, "Demikian pula dugaanku kepadamu, wahai Abu Ishāq." Umar memujinya karena inilah dugaan dia kepadanya. Karena memang inilah dugaan Umar terhadap Sa'ad, bahwa salatnya bagus, dan dia memimpin salat kaumnya sebagaimana yang telah diperintahkan kepada mereka untuk salat seperti salat Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Meskipun demikian, Umar -raḍiyallāhu 'anhu- berhati-hati dalam hal tersebut karena dia memikul tanggung jawab dan mengetahui kadar tanggung jawab. Dia pun mengirimkan beberapa orang ke penduduk Kufah untuk bertanya kepada mereka mengenai Sa'ad dan sepak-terjangnya. Para lelaki tersebut setiap kali masuk ke masjid dan menanyakan tentang Sa'ad, orang-orang memujinya dengan baik hingga akhirnya orang-orang itu sampai ke masjid Bani 'Abs. Lantas para utusan tersebut bertanya kepada mereka. Seorang lelaki dari mereka berdiri lalu berkata, "Kalian meminta pendapat kami, sesungguhnya orang ini tidak pergi berjihad, tidak membagi harta rampasan dengan sama dan tidak menetapkan keputusan dengan adil ketika menetapkan hukum di antara manusia." Orang itu menuduhnya dengan berbagai tuduhan tersebut. Itulah tiga tuduhan. Sa'ad bin Abi Waqqāṣ -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, "Jika engkau mengatakan demikian, aku pasti mendoakanmu dengan tiga doa keburukan." Dia mendoakan keburukan untuk orang tersebut: agar Allah -Ta'ālā- memanjangkan umurnya dan kefakirannya serta menimpakan kepadanya berbagai fitnah. Kita memohon keselamatan kepada Allah. Tiga doa besar. Hanya saja Sa'ad -raḍiyallāhu 'anhu- membuat pengecualian dan berkata, "Sekiranya hamba-Mu ini melakukannya karena ria dan sum'ah, yakni tidak benar." Allah pun mengabulkan doanya. Dia memberikan umur panjang kepada orang itu dan menjadi tua hingga kedua alisnya menutupi kedua matanya karena tua. Dia juga fakir dan ditimpa berbagai fitnah. Bahkan meskipun dia dalam kondisi seperti ini dan dalam keadaan tua renta seperti itu, dia suka mengganggu para budak wanita. Dia mengganggu mereka di pasar-pasar dengan menyentuhnya. Kita berlindung kepada Allah. Dia berkata terhadap dirinya, "Lelaki tua renta yang dilanda fitnah akibat doa Sa'ad."
Kategori : Fikih Ibadah · Salat · Keutamaan · Keutamaan Sahabat -raḍyallāhu 'anhum- · Politik Islam · Kewajiban-kewajiban Pemimpin · Fikih dan Uṣūl Fikih · Tata Cara Salat · Keutamaan dan Adab · Dakwah dan Ḥisbah