Islam > Hadis > Dakwah dan hisbah > Siapa yang menaatiku, maka sungguh ia telah menaati Allah. Namun siapa yang mendurhakaiku,…
Hadis sahihDiperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit bacaعن أبي هريرة رضي الله عنه مرفوعاً: «من أطاعني فقد أطاع الله، ومن عصاني فقد عصى الله، ومن يطع الأمير فقد أطاعني، ومن يعص الأمير فقد عصاني».
Nabi -ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam- menjelaskan bahwa ketaatan pada beliau merupakan bentuk ketaatan kepada Allah. Dan Nabi -ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam- tidak menyuruh kecuali berdasarkan syariat yang ditetapkan oleh Allah -Ta'ālā- untuk beliau dan umatnya. Sehingga jika beliau memerintahkan sesuatu, maka berarti itu adalah syariat Allah -Subḥānahu wa Ta‘ālā-. Jadi siapa yang menaati beliau, berarti ia telah menaati Allah. Dan siapa yang mendurhakai beliau, berarti ia telah mendurhakai Allah.
Seorang pemimpin jika ditaati oleh seseorang, maka berarti orang itu telah menaati Rasulullah -ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam-. Namun jika ia mendurhakai pemimpinnya, maka ia telah mendurhakai Rasulullah -ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam-, karena Nabi -ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam- lah yang memerintahkan hal itu dalam banyak hadis; kecuali jika sang pemimpin itu menyuruhnya bermaksiat.
Kategori : Politik Islam · Hak Pemimpin atas Rakyat · Dakwah dan Ḥisbah