Islam > Hadis > Dakwah dan hisbah > Siapa yang diamanahi kekuasaan oleh Allah -'Azza wa Jalla- pada sebagian urusan umat Islam…
Hadis sahihDiperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit bacaعن أبي مريم الأزْدي، قال: دخلتُ على معاوية فقال: ما أنْعَمَنا بك أبا فلان -وهي كلمة تقولها العرب- فقلتُ: حديثًا سمعتُه أُخبرُك به، سمعتُ رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: «مَنْ ولَّاهُ الله عز وجل شيئًا مِنْ أَمْر المسلمين فاحْتَجَبَ دُونَ حاجَتِهم وخَلَّتِهِم وفقرهم، احْتَجَبَ الله عنه دون حاجَتِه وخَلَّتِهِ وفقره» قال: فَجَعَل رجلًا على حَوائِج الناس.
Abu Maryam Al-Azdiy mengabarkan bahwa suatu hari dia masuk menemui Mu'āwiyah -raḍiyallāhu 'anhumā-, Mu'āwiyah pun merasa senang dengan kedatangannya dan menyambutnya. Lalu Abu Maryam menyampaikan kepadanya hadis yang pernah didengarnya dari Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-; di dalam hadis tersebut disebutkan bahwa siapa yang dijadikan sebagai penguasa kaum muslimin dan diamanahi urusan mereka lalu dia bersembunyi dari mereka dan tidak melaksanakan hak mereka yang Allah -Ta'ālā- wajibkan atas dirinya, bahkan dia menutup diri dari mereka sehingga tidak bisa bertemu dengannya, maka Allah -Ta'ālā- akan menutup diri dari memenuhi kebutuhannya pada hari Kiamat, sebagai balasan yang setimpal, karena balasan itu setimpal dengan perbuatan; yaitu engkau akan diperlakukan sebagaimana engkau memperlakukan orang lain. Bila Allah menutup diri dari kebutuhan seorang hamba, maka Allah akan menghalanginya dari karunia, pemberian, dan rahmat-Nya.
Ketika hadis ini disampaikan kepada Mu'āwiyah, dia langsung menugaskan seseorang untuk urusan kebutuhan masyarakat; yaitu untuk menerima keluhan masyarakat dan melihat kebutuhan mereka lalu menyampaikannya kepada Mu'āwiyah -raḍiyallāhu 'anhu- yang saat itu menjadi pemimpin umat Islam.
Kategori : Politik Islam · Kewajiban-kewajiban Pemimpin · Dakwah dan Ḥisbah