Rasulullah ﷺ dahulu, apabila telah masuk sepuluh malam terakhir (bulan Ramadan) beliau men…
Islam > Hadis > Fikih ibadah > Rasulullah ﷺ dahulu, apabila telah masuk sepuluh malam terakhir (bulan Ramadan) beliau men…
Hadits diriwayatkan oleh Muttafaq 'alaih
Sahih
Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit baca
Teks hadits: Rasulullah ﷺ dahulu, apabila telah masuk sepuluh malam…
Penjelasan hadits: Rasulullah ﷺ dahulu, apabila telah masuk sepuluh malam…
Apabila telah masuk sepuluh malam terakhir Ramaḍan, Nabi ﷺ menghidupkan seluruh malamnya dengan berbagai ketaatan, membangunkan keluarganya untuk mengerjakan salat, bersungguh-sungguh dalam beribadah melebihi kebiasaannya dengan fokus melakukannya, dan menjauhi istri-istrinya.
Pelajaran: Rasulullah ﷺ dahulu, apabila telah masuk sepuluh malam…
- 1- Anjuran untuk memanfaatkan waktu-waktu mulia dengan amal saleh.
- 2- An-Nawawiy berkata, "Di dalam hadis ini terdapat anjuran meningkatkan ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadan serta anjuran menghidupkan malamnya dengan ibadah."
- 3- Seharusnya seorang hamba antusias mengajak keluarganya beribadah dan bersabar pada mereka.
- 4- Mengerjakan kebaikan membutuhkan tekad, sabar dan perjuangan.
- 5- An-Nawawiy berkata, "Ulama berbeda pendapat tentang makna "mengencangkan ikatan sarung". Sebagian mengatakan yaitu bersungguh-sungguh dalam beribadah lebih dari kebiasaan beliau ﷺ di waktu lainnya. Artinya: sungguh-sungguh dalam beribadah. Dikatakan: syadadtu lihāżāl-amri mi`zarī; artinya: Aku bersungguh-sungguh dan fokus untuknya. Yang lain mengatakan: Itu adalah kiasan menjauhi istri agar fokus beribadah."
Kategori :
Fikih Ibadah
· Puasa
· Fikih dan Uṣūl Fikih
· Sepuluh Hari Terakhir Bulan Ramaḍan
بسم الله الرحمن الرحيم
Rab 16 Jumadil Awal
الأربعاء 16 جمادى الأولى
لا إله إلا الله
Tiada Tuhan selain Allah