Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengerjakan salah satu dari dua salat sore hari dengan…

Islam > Hadis > Fikih dan usul fikih > Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengerjakan salah satu dari dua salat sore hari dengan…

Hadits diriwayatkan oleh Muttafaq 'alaih

Hadis sahih

Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26

📖 3 menit baca

Teks hadits: Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengerjakan salah s…

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: صَلَّى النبي صلى الله عليه وسلم إِحْدَى صَلاَتَيِ العَشِيّ -قال محمد: وَأَكْثَرُ ظَنِّي العصر- رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ سَلَّمَ، ثم قام إلى خَشَبَةٍ فِي مُقَدَّمِ المَسْجِدِ، فَوَضَعَ يَدَهُ عَلَيْهَا، وفيهم أبو بكر، وعمر رضي الله عنهما ، فَهَابَا أَنْ يُكَلِّمَاهُ، وخرج سَرَعَانُ النَّاسِ فَقَالُوا: أَقَصُرَتِ الصلاة؟ وَرَجُلٌ يَدْعُوهُ النبي صلى الله عليه وسلم ذُو اليَدَيْنِ، فَقَالَ: أَنَسِيتَ أَمْ قَصُرَتْ؟ فَقَالَ: لَمْ أَنْسَ وَلَمْ تُقْصَرْ، قَالَ: «بَلَى قَدْ نَسِيتَ، فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ سَلَّمَ، ثُمَّ كَبَّرَ، فَسَجَدَ مِثْلَ سُجُودِهِ أَوْ أَطْوَلَ، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ، فَكَبَّرَ، ثُمَّ وَضَعَ رَأْسَهُ، فكبر، فَسَجَدَ مِثْلَ سُجُودِهِ أَوْ أَطْوَلَ، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ وَكَبَّرَ».

Penjelasan hadits: Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengerjakan salah s…

Hadis yang mulia ini menjelaskan apa yang harus dilakukan orang yang salat, apabila ia lupa atau rakaat salatnya kurang. Caranya, ia mesti melengkapi apa yang masih harus ia lakukan, kemudian bersalam, kemudian melakukan sujud sahwi dua kali karena ia lupa guna menambal kekurangan yang telah terjadi dalam salatnya. Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- salat bersama para sahabat, bisa jadi salat zuhur atau salat asar. Ketika telah mengerjakan dua rakaat pertama beliau langsung bersalam. Oleh karena Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- itu sosok yang sempurna yang mana jiwa beliau tidak akan tenang kecuali dengan amal yang sempurna, beliaupun merasa ada yang kurang atau salah dalam salatnya yang beliau sendiri tidak tahu apa sebabnya. Lantas beliau bangkit menuju sebatang kayu yang terletak di depan masjid dan bersandar padanya, sepertinya beliau marah, dan beliau menyilangkan jari-jari tangannya, karena jiwa sempurnanya merasakan adanya kekurangan dalam salatnya. Lalu keluarlah para jamaah salat yang tergesa-gesa dari pintu-pintu masjid sembari saling berbisik-bisik sesama mereka bahwa ada suatu perkara baru yang telah terjadi, yaitu perkara salat yang telah diqaṣar. Sepertinya mereka menganggap bahwa mustahil seseorang yang memiliki kedudukan sebagai Nabi dapat lupa. Lantaran agungnya kewibawaan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dalam hati mereka, maka tak seorangpun dari mereka berani berinisiatif mengingatkan beliau pada perkara ini, termasuk Abu Bakar dan Umar -raḍiyallāhu 'anhumā-. Namun seorang sahabat yang dijuluki Żul Yadain memecah keheningan ini dengan bertanya pada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, "Wahai Rasulullah, apakah Anda lupa atau salat telah diqaṣar?" Beliau –ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- lalu menjawab -berdasarkan keyakinan beliau-, "Aku tidak lupa dan salat tidak diqasar." Ketika itu, yaitu saat Żul Yadain tahu bahwa salat sama sekali tidak diqaṣar dan bahwasanya beliau hanya mengerjakan dua rakaat, maka iapun yakin bahwa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- telah lupa. Maka ia langsung berkata, "Engkau telah lupa." Karena beliau -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- ingin memastikan kebenaran ucapan Żul Yadain ini, maka beliau bertanya pada para sahabat yang ada disekitar beliau, "Apakah benar seperti yang diucapkan Żul Yadain bahwa aku hanya salat dua rakaat?", Mereka menjawab, "Ya." Ketika itulah beliau langsung maju, lalu mengerjakan rakaat salat yang ditinggalkan. Setelah selesai tasyahhud beliau bersalam, kemudian bertakbir dalam posisi duduk dan sujud seperti sujud utama dalam salat, atau lebih lama. Kemudian bangkit dari sujud lalu bertakbir. Kemudian bertakbir lagi dan sujud seperti sujud beliau sebelumnya atau lebih lama. Berikutnya, beliau bangkit dan bertakbir, kemudian langsung bersalam tanpa bertasyahhud lagi.

Kategori : Fikih Ibadah · Salat · Fikih dan Uṣūl Fikih · Sujud Sahwi, Sujud Tilawah dan Sujud Syukur

بسم الله الرحمن الرحيم Rab 16 Jumadil Awal
الأربعاء 16 جمادى الأولى
أحدب متناقص Cembung Akhir Hari 16.6 / 29.5
Iluminasi 96%
Bulan baru dalam 13 hari
لا إله إلا الله Tiada Tuhan selain Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi