Islam > Hadis > Sejarah dan tarikh > "Sungguh, tidaklah seorang nabi diwafatkan hingga dia melihat tempatnya di surga lalu dia …
Hadis sahihDiperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit bacaعن عائشة قالت: كان النبي صلى الله عليه وسلم يقول وهو صحيح: «إنَّه لم يُقبض نبيٌّ حتى يرى مقعدَه من الجنة، ثم يُخَيَّر» فلمَّا نزل به، ورأسه على فخِذي غُشِي عليه، ثم أفاق فأشْخَصَ بصرَه إلى سقف البيت، ثم قال: «اللهمَّ الرَّفِيقَ الأعلى». فقلتُ: إذًا لا يختارنا، وعرفتُ أنَّه الحديثُ الذي كان يحدِّثنا وهو صحيح، قالت: فكانت آخر كلمة تكلَّم بها: «اللهمَّ الرَّفِيقَ الأعلى».
Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- meriwayatkan bahwa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah bersabda di masa beliau sehat sebelum mengalami sakit yang mengantarkan kematian beliau, bahwa tidaklah seorang nabi meninggal dunia kecuali setelah Allah memperlihatkan kepadanya tempatnya di surga lalu memberinya pilihan antara tetap hidup di dunia atau mendapatkan tempatnya di surga. Aisyah berkata, "Ketika Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengalami sakit yang mengantarkan kematian beliau, sementara kepala beliau di atas pahaku, lalu beliau pingsan kemudian sadar lagi, maka beliau mengangkat pandangannya ke langit-langit rumah lantas bersabda, 'Ya Allah! Bersama Ar-Rafīq Al-A'lā.'" Maksudnya aku memilih bersama Ar-Rafīq Al-A'lā, yaitu kumpulan para nabi yang tinggal di tempat tertinggi. Aisyah melanjutkan, "Bila Allah memberikannya pilihan antara dunia dan akhirat maka beliau akan memilih akhirat dan tidak akan memilih kami. Dan aku menyadari bahwa pemberian pilihan ini adalah hadis yang pernah beliau sampaikan di masa sehatnya." Aisyah juga berkata, "Kalimat terakhir yang diucapkan oleh Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- ialah: 'Ya Allah! Bersama Ar-Rafīq Al-A'lā.'"
Kategori : Sirah Nabawiyah · Wafat Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- · Sejarah dan Tarikh