Islam > Hadis > Fikih dan usul fikih > Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- seringkali meninggalkan suatu amalan padahal bel…
Hadis sahihDiperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit bacaعن عائشة رضي الله عنها ، قالت: «إنْ كان رسول الله صلى الله عليه وسلم لَيَدَعُ العمل، وهو يُحِبُّ أن يعملَ به خَشْيَة أن يعملَ به الناس، فَيُفْرَضَ عليهم، وما سَبَّح رسول الله صلى الله عليه وسلم سُبْحَة الضُّحى قَطُّ وإنِّي لَأُسَبِّحُهَا».
Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- menyebutkan bahwa Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- seringkali meninggalkan suatu amalan padahal beliau menyukai amalan tersebut dengan tujuan agar orang-orang tidak ikut mengamalkannya karena khawatir amalan tersebut diwajibkan atas mereka dan kemudian membuat mereka kesulitan atau tidak mampu untuk mengerjakannya. Lalu Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- menyebutkan bahwa Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- tidak (selalu) mengerjakan salat duha. Oleh para ulama, penafian tersebut dinilai sebagai penafian dari kerutinan mengerjakannya, yakni bahwa Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengerjakannya pada beberapa waktu lantaran keutamaannya dan meninggalkannya pada waktu-waktu lainnya karena khawatir amalan tersebut diwajibkan atas umatnya, sebagaimana disebutkan leh Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- pada permulaan hadis tersebut.
Kategori : Fikih Ibadah · Salat · Sirah Nabawiyah · Fikih dan Uṣūl Fikih · Sifat-sifat Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- · Salat Sunah · Salat Duha · Sifat-sifat Akhlak · Kasih Sayang Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- · Sejarah dan Tarikh