Islam > Hadis > Fikih dan usul fikih > Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- terlambat salat Isya. Lantas Umar keluar lalu berkata,…
Hadis sahihDiperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit bacaعن عَبْد اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قال: «أّعْتَمَ النَبِيُّ -صلَّى الله عليه وسلَّم- بِالعِشَاء، فَخَرَج عُمَر فقال: الصَّلاةَ يا رسول الله، رَقَد النِسَاءُ والصِّبيَان. فَخَرَجَ ورَأسُهُ يَقطُر يقول: لَولاَ أن أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي -أو على النَّاس- لَأَمَرتُهُم بهذه الصَّلاة هذه السَّاعَة».
Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah terlambat melaksanakan salat Isya hingga malam berlalu dan para perempuan serta anak-anak telah tidur karena mereka tidak memiliki daya dan kemampuan untuk menunggu lama. Lantas Umar bin Al-Khaṭṭāb -raḍiyallāhu 'anhu- mendatangi beliau dan berkata, "Mari salat. Sungguh, para wanita dan anak-anak sudah tidur." Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- keluar dari rumahnya menuju masjid dalam keadaan kepalanya meneteskan air setelah mandi. Beliau bersabda untuk menjelaskan bahwa salat Isya itu paling utama dilaksanakan di waktu akhir seandainya bukan karena kesulitan yang dialami oleh orang-orang yang menunggu salat, "Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku pasti memerintahkan mereka melaksanakan salat (Isya) pada waktu terakhir seperti ini."
Kategori : Fikih Ibadah · Salat · Sirah Nabawiyah · Fikih dan Uṣūl Fikih · Sifat-sifat Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- · Syarat-syarat Salat · Sifat-sifat Akhlak · Kasih Sayang Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- · Sejarah dan Tarikh