Seandainya aku masih hidup hingga aku makan kurma ini, sesungguhnya itu merupakan kehidupa…

Islam > Hadis > Akidah > Seandainya aku masih hidup hingga aku makan kurma ini, sesungguhnya itu merupakan kehidupa…

Hadits diriwayatkan oleh Diriwayatkan oleh Muslim

Hadis sahih

Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26

📖 2 menit baca

Teks hadits: Seandainya aku masih hidup hingga aku makan kurma ini,…

عن أنس رضي الله عنه قال: انطلق رسول الله صلى الله عليه وسلم وأصحابه حتى سبقوا المشركين إلى بدر، وجاء المشركون، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «لا يقدمن أحد منكم إلى شيء حتى أكون أنا دونه»، فدنا المشركون، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «قوموا إلى جنة عرضها السماوات والأرض» قال: يقول عمير بن الحمام الأنصاري رضي الله عنه : يا رسول الله، جنة عرضها السماوات والأرض؟ قال: «نعم» قال: بخ بخ ؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «ما يحملك على قولك بخ بخ؟» قال: لا والله يا رسول الله إلا رجاء أن أكون من أهلها، قال: «فإنك من أهلها» فأخرج تمرات من قرنه، فجعل يأكل منهن، ثم قال: لئن أنا حييت حتى آكل تمراتي هذه إنها لحياة طويلة، فرمى بما كان معه من التمر، ثم قاتلهم حتى قتل.

Penjelasan hadits: Seandainya aku masih hidup hingga aku makan kurma ini,…

Anas -raḍiyallāhu 'anhu- mengabarkan bahwa Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- keluar bersama para sahabatnya dari Madinah untuk menemui kafilah Abu Sufyān yang datang dari Syām hendak ke Makkah. Mereka tidak keluar untuk berperang, tetapi Allah menghimpun antara mereka dengan musuhnya tanpa ada perjanjian. Karena itu banyak sahabat yang tidak mengikuti pertempuran ini dan Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- tidak mencela seorang pun dari mereka. Lantas Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bertolak kemudian singgah di Badar sebelum orang-orang kafir Quraisy menyinggahinya, dan beliau mengambil posisi di sana. Selanjutnya datanglah orang-orang kafir Quraisy. Lantas Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Tidak boleh ada seorang pun dari kalian maju sampai aku sendiri berada di depannya." Artinya bahwa Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melarang mereka untuk maju sehingga beliau sendiri -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menjadi yang paling dekat kepadanya daripada mereka, agar tidak luput sesuatu pun dari kemaslahatan yang tidak mereka ketahui. Selanjutnya Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda: "Berdirilah menuju surga seluas langit dan bumi." Yakni bersegeralah dan janganlah kalian terlambat mengorbankan ruh-ruh kalian di jalan Allah. Sebab, kesudahan itu adalah surga seluas langit dan bumi. Ini merupakan dorongan dan motivasi bagi mereka untuk memerangi orang-orang kafir. Ia (perawi) berkata, "Umair bin Al-Ḥumām Al-Anṣāri -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, "Wahai Rasulullah, surga seluas langit dan bumi?" Beliau menjawab, "Ya." Ia berkata, "Hebat, hebat." Maksudnya membesarkan urusan tersebut dan mengagungkannya. Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Apa yang mendorongmu mengucapkan hebat, hebat?" Yakni, apa motivasimu mengucapkan kata tersebut, apakah karena ketakutan?" Ia menjawab, "Tidak, demi Allah wahai Rasulullah selain harapan agar aku menjadi bagian dari penghuninya." Yakni, yang membuatku mengucapkan kata-kata itu karena orientasiku untuk masuk surga. Beliau bersabda, "Engkau termasuk penghuninya." Ini merupakan kabar gembira dari Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- untuk para sahabatnya supaya menjadi motivasi bagi mereka dan mencurahkan usaha dalam bekerja. Selanjutnya ketika Umair bin Al-Ḥumām -raḍiyallāhu 'anhu- mendengar kabar gembira dari orang yang jujur dan terpercaya, yang tidak berbicara dari hawa nafsu, ia pun mengeluarkan beberapa kurma dari Qarannya. "Qaran" adalah sesuatu yang biasanya dijadikan tempat untuk menyimpan makanan dan dibawa oleh mujahid lalu dia makan. Selanjutnya dia --raḍiyallāhu 'anhu-- merasa kehidupan ini terlalu panjang, dan berkata, "Seandainya aku masih hidup hingga makan beberapa kurma ini, sungguh itu merupakan kehidupan yang panjang." Lantas dia melemparkan kurma yang ada padanya lalu maju berperang hingga dia -raḍiyallāhu 'anhu- gugur.

Kategori : Keutamaan Para Sahabat -raḍiyallāhu 'anhum- · Akidah · Sirah Nabawiyah · Peperangan dan pasukan utusan Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- · Para Sahabat · Sejarah dan Tarikh

بسم الله الرحمن الرحيم Sel 15 Jumadil Awal
الثلاثاء 15 جمادى الأولى
بدر Bulan Purnama Hari 16.6 / 29.5
Iluminasi 96%
Bulan baru dalam 13 hari
الحمد لله Segala puji bagi Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi