Para istri Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- ada di samping beliau. Lantas Fatimah -raḍi…

Islam > Hadis > Keutamaan dan adab > Para istri Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- ada di samping beliau. Lantas Fatimah -raḍi…

Hadits diriwayatkan oleh Muttafaq 'alaih

Hadis sahih

Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26

📖 3 menit baca

Teks hadits: Para istri Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- ada di s…

عن عائشة رضي الله عنها قالت: كُنَّ أزواجُ النبي صلى الله عليه وسلم عنده، فأقبلت فاطمة رضي الله عنها تمشي، ما تُخْطِئُ مِشْيَتُها من مِشْيَةِ رسول الله صلى الله عليه وسلم شيئًا، فلما رآها رَحَّبَ بها، وقال: «مَرْحَبًا بابنتي»، ثم أجلسها عن يمينه أو عن شماله، ثم سَارَّهَا فبكت بُكاءً شديدًا، فلما رأى جَزَعَهَا، سَارَّهَا الثانية فضحكت، فقلتُ لها: خَصَّكِ رسول الله صلى الله عليه وسلم من بين نسائه بالسِّرَارِ، ثم أنت تَبْكِينَ! فلما قام رسول الله صلى الله عليه وسلم سألتها: ما قال لك رسول الله صلى الله عليه وسلم ؟ قالت: ما كنت لأُفْشِيَ على رسول الله صلى الله عليه وسلم سِرَّهُ، فلما توفي رسول الله صلى الله عليه وسلم قلتُ: عَزَمْتُ عليك بما لي عليك من الحق، لما حَدَّثْتِنِي ما قال لك رسول الله صلى الله عليه وسلم ؟ فقالت: أما الآن فنعم، أما حين سَارَّنِي في المرة الأولى فأخبرني أن جبريل كان يُعارضه القرآن في كل سنة مرة أو مرتين، وأنه عارضه الآن مرتين، وإني لا أرى الأَجَلَ إلا قد اقترب، فاتقي الله واصبري، فإنه نِعْمَ السَّلَفُ أنا لك، فبكيت بكائي الذي رأيتِ، فلما رأى جَزَعِي سَارَّنِي الثانية، فقال: «يا فاطمة، أما تَرْضَينَ أن تكوني سيدة نساء المؤمنين، أو سيدة نساء هذه الأمة؟» فضحكتُ ضحكي الذي رأيتِ.

Penjelasan hadits: Para istri Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- ada di s…

Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- menuturkan bahwa para istri Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- berada di sisi beliau. Lantas Fatimah -raḍiyallāhu 'anhā- datang menjenguk beliau yang sedang sakit menjelang wafat. Aisyah menuturkan bahwa Fatimah -raḍiyallāhu 'anhā- datang dengan berjalan kaki. Cara jalannya seperti cara jalan Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Kebiasaan Nabi - ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- apabila putrinya, Fatimah - raḍiyallāhu 'anhā- datang, beliau berdiri menyambutnya, menciumnya, dan menyilahkannya untuk duduk di tempat duduknya. Beliau menyambut kedatangan putrinya dan menyilahkannya untuk duduk di sampingnya.

Selanjutnya Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- mengabarkan bahwa beliau berbisik kepada Fatimah -raḍiyallāhu 'anhā- dengan satu perkataan lalu ia (Fatimah) menangis keras. Saat beliau melihat kesedihan dahsyat pada putrinya, beliau pun membisikan perkataan lainnya kepadanya hingga ia tertawa.

Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- pun bertanya kepada Fatimah mengenai kekhususan yang diberikan oleh Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- kepadanya tanpa istri-istri yang lainnya dan menyebabkan dirinya menangis.

Fatimah menjawab, "Aku tidak akan membeberkan rahasia Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-.

Setelah Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- wafat, Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- bersumpah kepada Fatimah -raḍiyallāhu 'anhā- agar menceritakan kepadanya mengenai sabda Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- kepadanya.

Fatimah berkata, "Karena engkau bertanya kepadaku sekarang, maka aku akan menceritakannya kepadamu. Mengenai tangisanku saat beliau membisikan perkataan kepadaku pada bisikan pertama, sesungguhnya beliau memberitahuku bahwa Jibril -'alaihi as-salām- membacakan Al-Qur`ān kepada beliau satu atau dua kali setiap tahun. Saat itu Jibril membacakan Al-Qur`ān kepadanya dua kali dan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengira bahwa itu merupakan peringatan mengenai akhir masa hidupnya. Beliau memerintahkanku untuk bertakwa dan bersabar serta menyadari hal itu sebagai kemuliaan yang dimajukan bagiku setara dengan kesedihan perpisahan yang tampak. Aku pun menangis sebagaimana yang engkau lihat dariku. Ketika beliau melihat kesedihanku yang berat, beliau memberi kabar yang baik kepadaku bahwa aku adalah pemimpin para wanita orang-orang beriman atau pemimpin wanita umat ini. Aku pun tertawa lepas dengan tawa sebagaimana yang pernah engkau lihat dariku. Adapun tertawanya, maka hadis ini menjelaskan keadaan Fatimah -raḍiyallāhu 'anhā- bahwa dia adalah pemimpin para wanita penghuni Surga. Meskipun demikian, ada perbedaan pendapat di berbagai riwayat mengenai bisikan kedua beliau dan tertawanya terhadap hal tersebut. Pendapat ini terbagi ke dalam beberapa pendapat:

1. Itu merupakan kabar bagi Fatimah bahwa dialah keluarganya yang pertama kali menyusul Nabi.

2. Itu merupakan pemberitahuan bahwa Fatimah adalah pemimpin para wanita penghuni Surga, dan Fatimah sebagai keluarga yang pertama kali menyusul beliau (meninggal) digabungkan dengan pendapat yang pertama, dan ini pendapat yang sahih.

3. Beliau bersabda kepada Fatimah bahwa Jibril telah mengabariku bahwa tidak ada satu perempuan pun yang lebih agung keturunannya darimu, karena itu janganlah engkau menjadi wanita yang paling rendah kesabarannya. Hanya saja sebelum itu Aisyah - raḍiyallāhu 'anhā- dengan minatnya terhadap ilmu, dia segera bertanya kepada Fatimah -raḍiyallāhu 'anhā- mengenai apa yang terjadi dalam bisikan. Ternyata putri Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- hanya menjawab, "Sungguh aku tidak akan menyebarkan rahasia Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Ini merupakan bukti dari hadis. Setelah larangan terhapus dengan wafatnya Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, Fatimah pun memberitahukan perkara rahasia itu.

Dalam hadis tersebut Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memberitahukan hal yang akan terjadi. Lalu terjadilah sebagaimana sabda beliau. Mereka sepakat bahwa Fatimah -'alaiha as-salām- adalah orang yang pertama kali meninggal dari kalangan keluarga Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bahkan sebelum para istri-istri beliau -raḍiyallāhu 'anhunna-.

Kategori : Keutamaan · Keutamaan Ahlul Bait -raḍiyallāhu 'anhum- · Sirah Nabawiyah · Wafat Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- · Keutamaan dan Adab · Sejarah dan Tarikh

بسم الله الرحمن الرحيم Sel 15 Jumadil Awal
الثلاثاء 15 جمادى الأولى
بدر Bulan Purnama Hari 16.5 / 29.5
Iluminasi 96%
Bulan baru dalam 13 hari
سبحان الله وبحمده Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi