Islam > Hadis > Sejarah dan tarikh > Aku mengikuti perang Hunain bersama Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Aku dan Abu…
Hadis sahihDaftar Isi :
Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 2 menit bacaعن أبي الفضل العباس بن عبد المطلب رضي الله عنه قال: شهدت مع رسول الله صلى الله عليه وسلم يوم حُنَيْنٍ، فلَزِمْتُ أنا وأبو سفيان بن الحارث بن عبد المطلب رسول الله صلى الله عليه وسلم فلم نفارقه، ورسول الله صلى الله عليه وسلم على بَغْلَةٍ له بيضاء، فلما التقى المسلمون والمشركون وَلَّى المسلمون مدبرين، فطَفِقَ رسول الله صلى الله عليه وسلم يَرْكُضُ بَغْلَتَهُ قِبَلَ الكفار، وأنا آخِذٌ بلِجامِ بَغْلَةِ رسول الله صلى الله عليه وسلم أَكُفُّها إِرَادَةَ أن لا تُسرع، وأبو سفيان آخِذٌ برِكاب رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «أي عباس، نادِ أصحاب السَّمُرَةِ». قال العباس - وكان رجلا صَيِّتًا - فقلت بأعلى صوتي: أين أصحاب السَّمُرَةِ، فوالله لكأن عَطْفَتَهُم حين سمعوا صوتي عَطْفَةَ البقر على أولادها، فقالوا: يا لبيك يا لبيك، فاقتتلوا هم والكفار، والدعوةُ في الأنصار يقولون: يا معشر الأنصار، يا معشر الأنصار، ثم قُصِرَتِ الدعوة على بني الحارث بن الخَزْرَجِ، فنظر رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو على بغلته كالمتطاول عليها إلى قتالهم، فقال: «هذا حِينَ حَمِيَ الوَطِيسُ»، ثم أخذ رسول الله صلى الله عليه وسلم حَصَيَاتٍ فرمى بهن وجوه الكفار، ثم قال: «انْهَزَمُوا ورَبَّ مُحَمَّدٍ»، فذهبت أنظر فإذا القتال على هيئته فيما أرى، فوالله ما هو إلا أن رماهم بحَصياته، فما زِلْت أرى حَدَّهُم كَلِيلًا وأمرَهم مُدبرًا.
Dari Abu Al-Faḍal Al-'Abbās bin Abdul Muṭṭalib -raḍiyallāhu 'anhu- ia berkata, "Aku mengikuti perang Ḥunain bersama Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Ketika pasukan Islam dan pasukan musyrik bertemu, lalu terjadilah peperangan sengit di antara mereka, sebagian kaum muslimin beranjak mundur dari kaum musyrikin. Lantas, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- segera bergerak memacu bigal (peranakan kuda dengan keledai) beliau dengan kakinya menuju pasukan kafir, sedang aku yang memegang tali kendali bigal Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, aku menahannya agar bigal tersebut tidak terlalu kencang ke arah musuh, sedangkan Abu Sufyān menahan pijakan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Kemudian Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Wahai 'Abbās, panggillah orang-orang yang pernah berbait di bawah pohon Samurah pada hari Ḥudaibiyah pada tahun keenam -'Abbās adalah orang yang lantang suaranya- maka aku memanggil dengan suaraku yang paling keras, "Wahai orang-orang yang pernah mengikuti Baiat Riḍwan di dekat pohon Samurah?!" Yakni janganlah melupakan baiat kalian yang terjadi di bawah pohon dan apa konsekuensi dari baiat tersebut. Lalu 'Abbās berkata, "Demi Allah, ketika mereka mendengar suaraku memanggil mereka, mereka segera bergegas datang sebagaimana induk sapi bergegas untuk mencari anak-anaknya saat hilang." Lantas mereka menjawab bersama-sama atau satu per satu: "Ya labbaik, ya labbaik (Kami penuhi panggilanmu)." Maka kaum muslimin dan orang-orang kafir pun bertempur. Sementara itu, seruan untuk kaum Anṣār, "Wahai kaum Anṣār, wahai kaum Anṣār." Kemudian seruan itu terdengar sampai kepada Bani al-Ḥāriṡ bin al-Khazraj, lalu mereka diseru: Wahai Bani al-Ḥāriṡ. Mereka adalah kabilah/suku besar. Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memperhatikan dari atas bigal beliau (peperangan yang sedang berkecamuk), seakan-akan beliau menjulurkan lehernya tinggi-tinggi untuk melihat peperangan antara orang-orang kafir tersebut. Beliau bersabda, "Inilah waktu berkobarnya api pertempuran." Setelah itu beliau mengambil beberapa batu kerikil lalu melemparkannya ke wajah-wajah orang kafir. Kemudian Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda -untuk memberikan rasa optimis atau untuk mengabarkan, "Semoga mereka kalah, demi Rabb Muhammad." Aku pun pergi untuk melihatnya, ternyata pertempuran itu berjalan sebagaimana layaknya sebuah peperangan yang pernah aku lihat. Meskipun demikian, demi Allah, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- hanya melempari mereka dengan batu-batu kerikil. Sementara itu, aku terus melihat kekuatan mereka (orang-orang kafir) semakin melemah dan keadaan mereka menjadi terhina.
Kategori : Sirah Nabawiyah · Peperangan dan pasukan utusan Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- · Sejarah dan Tarikh