Engkau mau rujuk kepada Rifā'ah? Tidak boleh, sampai engkau menghisap madunya (menikmatiny…

Islam > Hadis > Fikih dan usul fikih > Engkau mau rujuk kepada Rifā'ah? Tidak boleh, sampai engkau menghisap madunya (menikmatiny…

Hadits diriwayatkan oleh Muttafaq 'alaih

Hadis sahih

Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26

📖 1 menit baca

Teks hadits: Engkau mau rujuk kepada Rifā'ah? Tidak boleh, sampai en…

عن عائشة- رضي الله عنها- مرفوعاً: «جاءت امرأة رفاعة القرظي إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقالت: كنت عند رفاعة القرظي فطلقني فَبَتَّ طلاقي، فتزوجت بعده عبد الرحمن بن الزَّبير، وإنما معه مثل هُدْبَةِ الثَّوْبِ، فتبسم رسول الله صلى الله عليه وسلم وقال: أتريدين أن ترجعي إلى رفاعة؟ لا، حتى تَذُوقي عُسَيْلَتَهُ، ويذوق عُسَيْلَتَكِ، قالت: وأبو بكر عنده، وخالد بن سعيد بالباب ينتظر أن يؤذن له، فنادى: يا أبا بكر، ألا تسمع إلى هذه: ما تَجْهَرُ به عند رسول الله صلى الله عليه وسلم ».

Penjelasan hadits: Engkau mau rujuk kepada Rifā'ah? Tidak boleh, sampai en…

Istri Rifā'ah Al-Quraẓi datang mengadukan keadaannya kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Ia memberi tahu beliau bahwa dirinya dulu menikah dengan Rifā'ah, lalu Rifā'ah menjatuhkan talak terakhirnya, yaitu talak ketiga. Setelah itu dirinya menikah dengan Abdurrahman bin Az-Zubair bahwa penisnya lembek dan tidak ereksi. Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- tersenyum dengan keterusterangan dan blak-blakannya atas sesuatu yang biasanya para wanita merasa malu mengungkapkannya.

Beliau memahami maksud wanita itu, yaitu agar beliau menyuruhnya kembali kepada suami pertamanya, yaitu Rifā'ah. Ia mengira bahwa akad nikah dengan Abdurrahman telah menjadikannya halal kembali untuk Rifā'ah. Akan tetapi Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menolaknya dan memberitahukannya bahwa ia harus - untuk menghalalkan rujuknya kepada Rifā'ah - digauli dulu oleh suaminya yang terakhir. Saat itu Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersama Abu Bakar. sedangkan Khālid bin Said berada di pintu menunggu izin masuk. Lantas Khālid menyeru Abu Bakar dengan bersungut-sungut terhadap wanita yang berbicara vulgar. Hal ini disebabkan dalam dada para sahabat -raḍiyallāhu 'anhu-m ada rasa segan dan hormat kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Semoga kita dianugerahi adab dan mengikuti jejak beliau -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-.

Kategori : Fikih Keluarga · Talak · Fikih dan Uṣūl Fikih · Talak Raj'i dan Talak Bain

بسم الله الرحمن الرحيم Sel 15 Jumadil Awal
الثلاثاء 15 جمادى الأولى
بدر Bulan Purnama Hari 16.6 / 29.5
Iluminasi 96%
Bulan baru dalam 13 hari
الله أكبر Allah Maha Besar

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi