Islam > Hadis > Fikih dan usul fikih > Manusia diperintah menjadikan akhir amalan hajinya adalah di Baitullah (tawaf wadak), hany…
Hadis sahihDiperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit bacaعن عبد الله بن عبَّاس رضي الله عنهما قال: «أُمِرَ الناس أن يكون آخر عَهْدِهِمْ بالبيت، إلا أنه خُفِّفَ عن المرأة الحائض».
Baitullah yang mulia ini berhak diagungkan dan dimuliakan. Baitullah merupakan simbol ibadah kepada Allah, merendahkan diri dan tunduk di hadapan-Nya. Ia memiliki kemuliaan di dalam dada, dan pengagungan, cinta serta kasih sayang di dalam hati (seorang Mukmin). Karenanya, Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memerintahkan orang yang berhaji, sebelum pulang, agar masa terakhirnya di Baitullah (melakukan tawaf). Ini adalah tawaf terakhir, yakni tawaf wadak (perpisahan), kecuali wanita yang sedang haid. Mengingat ia bisa mengotori masjid bila masuk, maka tawaf ini gugur baginya tanpa membayar fidiah (tebusan). Nas ini terkait dengan haji, tidak mencakup umrah.
Kategori : Fikih Ibadah · Haji dan Umrah · Dakwah Kepada Allah · Keutamaan dan Keindahan Islam · Fikih dan Uṣūl Fikih · Tata Cara Haji · Dakwah dan Ḥisbah