Rasulullah ﷺ mengangkat kedua tangannya sejajar dengan kedua pundak ketika mengawali salat
Islam > Hadis > Fikih dan usul fikih > Rasulullah ﷺ mengangkat kedua tangannya sejajar dengan kedua pundak ketika mengawali salat
Hadits diriwayatkan oleh Muttafaq 'alaih
Sahih
Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit baca
Teks hadits: Rasulullah ﷺ mengangkat kedua tangannya sejajar dengan…
عَن ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ إِذَا افْتَتَحَ الصَّلَاةَ، وَإِذَا كَبَّرَ لِلرُّكُوعِ، وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ، رَفَعَهُمَا كَذَلِكَ أَيْضًا، وَقَالَ: «سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، رَبَّنَا وَلَكَ الحَمْدُ»، وَكَانَ لاَ يَفْعَلُ ذَلِكَ فِي السُّجُودِ.
Penjelasan hadits: Rasulullah ﷺ mengangkat kedua tangannya sejajar dengan…
Pada tiga tempat dalam salat, Nabi ﷺ biasa mengangkat kedua tangannya sejajar dengan pundak, yaitu pertemuan bahu dan lengan.
Pertama: ketika memulai salat saat takbiratul ihram.
Kedua: ketika takbir untuk rukuk.
Ketiga: ketika mengangkat kepala dari rukuk dan mengucapkan: "sami'allāhu liman ḥamidah rabbanā walakal-ḥamdu".
Beliau tidak mengangkat tangan ketika turun sujud maupun bangkit dari sujud.
Pelajaran: Rasulullah ﷺ mengangkat kedua tangannya sejajar dengan…
- Di antara hikmah mengangkat kedua tangan dalam salat ialah sebagai hiasan bagi salat dan pengagungan kepada Allah Ta'ala.
- Diriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau mengangkat kedua tangannya pada tempat yang keempat, sebagaimana pada riwayat Abu Ḥumaid As-Sā'idiy dalam Sunan Abu Daud dan lainnya, yaitu ketika bangkit dari tasyahud awal dalam salat yang berjumlah tiga rakaat dan empat rakaat.
- Juga diriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau mengangkat kedua tangannya sejajar telinga tanpa sentuhan, sebagaimana pada riwayat Mālik bin Al-Ḥuwairiṡ dalam Aṣ-Ṣaḥīḥain: "Sesungguhnya Rasulullah ﷺ mengangkat kedua tangannya sampai sejajar telinga apabila bertakbir."
- Penggabungan antara bacaan tasmik dan tahmid khusus bagi imam dan orang yang salat sendiri. Adapun makmum, maka cukup membaca: rabbanā walakal-ḥamdu.
- Bacaan "rabbanā walakal-ḥamdu" setelah rukuk diriwayatkan secara sahih dari Nabi ﷺ dengan empat redaksi; ini adalah salah satunya. Diutamakan agar seseorang mempelajari redaksi-redaksi tersebut, lalu membacanya silih berganti dalam salatnya.
Kategori :
Fikih Ibadah
· Salat
· Fikih dan Uṣūl Fikih
· Tata Cara Salat
بسم الله الرحمن الرحيم
Sel 15 Jumadil Awal
الثلاثاء 15 جمادى الأولى
الحمد لله
Segala puji bagi Allah