Janganlah kalian mencatat sesuatu pun dariku (selain Al-Qur`ān). Siapa yang mencatat darik…

Islam > Hadis > Hadis dan ilmu hadis > Janganlah kalian mencatat sesuatu pun dariku (selain Al-Qur`ān). Siapa yang mencatat darik…

Hadits diriwayatkan oleh Diriwayatkan oleh Muslim

Hadis sahih

Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26

📖 2 menit baca

Teks hadits: Janganlah kalian mencatat sesuatu pun dariku (selain Al…

عن أبي سعيد الخدري أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «لا تكتبوا عني، ومَن كتب عني غيرَ القرآن فَلْيَمْحُه، وحدِّثوا عنِّي ولا حَرَج، ومَن كذب عليَّ -قال همام: أحسِبه قال: مُتعمِّدًا- فَلْيَتَبوَّأ مَقْعَدَه مِن النار».

Penjelasan hadits: Janganlah kalian mencatat sesuatu pun dariku (selain Al…

Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melarang para sahabatnya untuk menulis sesuatu (selain Al-Qur`ān) darinya. Siapa yang mencatat sesuatu darinya selain Al-Qur`ān, hendaknya ia menghapusnya. Selanjutnya beliau mengizinkan mereka untuk menyampaikan apa yang mereka dengar dari beliau dan tidak ada dosa bagi mereka dalam hal itu dengan syarat mereka memperhatikan kebenaran dalam menukil dari Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Beliau juga mengingatkan mereka bahwa siapa saja yang berdusta atas namanya dengan sengaja maka balasannya berupa neraka Jahanam.

Hukum larangan menulis hadis ini dihapus karena Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melarangnya di awal mulanya. Mengingat hadis itu banyak dan terkadang ada yang luput dari hafalan maka beliau membolehkan untuk mencatatnya, sebagaimana Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda dalam pidatonya, "Tulislah untuk Abu Syāh" yaitu ketika Abu Syāh meminta beliau untuk diberikan tulisan (hukum-hukum Islam). Diriwayatkan juga dari Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bahwa beliau mengizinkan Abdullah bin 'Amru untuk menulis (hadis). Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- juga memerintahkan umatnya untuk menyampaikan (ilmu darinya), dan jika tidak ditulis, ilmu itu akan lenyap. Ada yang berpendapat bahwa larangan ini hanya (larangan) untuk menulis hadis bersama Al-Qur`ān dalam satu buku agar tidak bercampur-baur sehingga menjadi samar bagi pembaca. Ada juga yang berpendapat bahwa (larangan) ini khusus pada waktu turunnya Al-Qur`ān karena khawatir bercampur dengan yang lainnya, namun setelah itu, beliau kemudian membolehkan untuk menulisnya. Akan tetapi pendapat pertama bahwa larangan menulis selain Al-Qur`ān ini telah dihapus hukumnya, lebih mendekati kebenaran.

Kategori : Hadis dan Ilmu Hadis · Tema-tema Umum dalam As-Sunnah · Sejarah Penulisan Sunah Nabi

بسم الله الرحمن الرحيم Rab 16 Jumadil Awal
الأربعاء 16 جمادى الأولى
أحدب متناقص Cembung Akhir Hari 16.7 / 29.5
Iluminasi 96%
Bulan baru dalam 13 hari
أستغفر الله Aku memohon ampun kepada Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi