Abdurraḥmān bin Abi Bakar Aṣ-Ṣiddīq -raḍiyallāhu 'anhumā- pernah masuk menemui Nabi -ṣalla…

Islam > Hadis > Sejarah dan tarikh > Abdurraḥmān bin Abi Bakar Aṣ-Ṣiddīq -raḍiyallāhu 'anhumā- pernah masuk menemui Nabi -ṣalla…

Hadits diriwayatkan oleh Diriwayatkan oleh Bukhari

Hadis sahih

Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26

📖 1 menit baca

Teks hadits: Abdurraḥmān bin Abi Bakar Aṣ-Ṣiddīq -raḍiyallāhu 'anhum…

عن عائشة رضي الله عنها قالت: ((دخل عبد الرحمن بن أبي بكر الصديق رضي الله عنهما على النبي صلى الله عليه وسلم وأنا مُسْنِدَتُه إلى صدري، ومع عبد الرحمن سِواك رَطْب يَسْتَنُّ به، فأَبَدَّه رسول الله صلى الله عليه وسلم بَصَره، فَأَخَذْتُ السِّوَاك فَقَضَمتُه، فَطَيَّبتُه، ثُمَّ دَفَعتُهُ إلى النبي صلى الله عليه وسلم فَاسْتَنَّ به فما رأيتُ رسول الله صلى الله عليه وسلم استَنَّ اسْتِنَانًا أَحسَنَ منه، فَما عَدَا أن فَرَغَ رسول الله صلى الله عليه وسلم : رَفَع يَدَه -أو إصبعه-، ثم قال: في الرفيق الأعلى -ثلاثا- ثمَّ قَضَى، وكَانت تقول: مَاتَ بَينَ حَاقِنَتِي وَذَاقِنَتِي)).

Penjelasan hadits: Abdurraḥmān bin Abi Bakar Aṣ-Ṣiddīq -raḍiyallāhu 'anhum…

Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- menuturkan sebuah kisah yang menjelaskan kepada kita sejauh mana kecintaan Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- kepada siwak dan ketergantungan beliau dengannya. Bahwasanya Abdurraḥmān bin Abi Bakar -raḍiyallāhu 'anhu- saudara Aisyah masuk menemui Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- saat sakaratul maut, dan dia membawa kayu siwak yang basah untuk menggosok giginya. Saat Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melihat kayu siwak yang dibawa oleh Abdurraḥmān, ternyata sakit dan sakaratul maut yang sedang dialaminya tidak menghalanginya untuk bersiwak karena kecintaannya kepadanya. Beliau melayangkan pandangannya kepadanya seperti orang yang menginginkannya. Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- memahami itu lalu mengambil kayu siwak dari saudaranya, memotong ujung kayu siwak dengan giginya, membersihkan dan melembutkannya lalu menyodorkannya kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Beliau pun bersiwak dengannya. Aisyah tidak pernah melihat sebelumnya cara bersiwak yang lebih bagus dari cara bersiwaknya. Tatkala sudah bersih dan selesai dari bersiwak, beliau mengangkat jarinya untuk mengesakan Allah -Ta'ālā- dan memilih pindah menuju Rabbnya -Ta'ālā- setelah itu Nabi-ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- wafat. Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- bangga dan dia berhak untuk itu karena Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- wafat dalam keadaan kepala beliau di dadanya.

Kategori : Sirah Nabawiyah · Wafat Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- · Sejarah dan Tarikh

بسم الله الرحمن الرحيم Sel 15 Jumadil Awal
الثلاثاء 15 جمادى الأولى
بدر Bulan Purnama Hari 16.6 / 29.5
Iluminasi 96%
Bulan baru dalam 13 hari
لا إله إلا الله Tiada Tuhan selain Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi