Abdullah Muhammad Basmeih
Ruku 498 diambil dari Surah Al-Qalam (ayat 1–33). Mengandungi 33 ayat dan tergolong dalam Juz 29.
Dikemas kini pada 10 Julai 2026 pukul 03h41
coran.read_full_page : Baca Ruku 498 Al-Quran →
سَنَسِمُهُۥ عَلَى ٱلْخُرْطُومِ ﴿١٦﴾
(Orang yang bersifat demikian, akan didedahkan kehinaannya) - Kami akan adakan tanda di atas hidungnya (yang berupa belalai itu).
إِنَّا بَلَوْنَـٰهُمْ كَمَا بَلَوْنَآ أَصْحَـٰبَ ٱلْجَنَّةِ إِذْ أَقْسَمُوا۟ لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِينَ ﴿١٧﴾
Sesungguhnya Kami telah timpakan mereka dengan bala bencana, sebagaimana Kami timpakan tuan-tuan punya kebun (dari kaum yang telah lalu), ketika orang-orang itu bersumpah (bahawa) mereka akan memetik buah-buah kebun itu pada esok pagi; -
وَلَا يَسْتَثْنُونَ ﴿١٨﴾
Serta mereka tidak menyebut pengecualian.
فَطَافَ عَلَيْهَا طَآئِفٌۭ مِّن رَّبِّكَ وَهُمْ نَآئِمُونَ ﴿١٩﴾
Maka kebun itu didatangi serta diliputi oleh bala bencana dari Tuhanmu (pada malam hari), sedang mereka semua tidur.
فَأَصْبَحَتْ كَٱلصَّرِيمِ ﴿٢٠﴾
Lalu menjadilah ia sebagai kebun yang telah binasa semua buahnya.
فَتَنَادَوْا۟ مُصْبِحِينَ ﴿٢١﴾
Kemudian pada pagi-pagi, mereka panggil memanggil antara satu dengan yang lain -
أَنِ ٱغْدُوا۟ عَلَىٰ حَرْثِكُمْ إِن كُنتُمْ صَـٰرِمِينَ ﴿٢٢﴾
(Setengahnya berkata): "Pergilah pada pagi-pagi ke kebun kamu, kalau betul kamu mahu memetik buahnya".
فَٱنطَلَقُوا۟ وَهُمْ يَتَخَـٰفَتُونَ ﴿٢٣﴾
Lalu berjalanlah mereka sambil berbisik (katanya):
أَن لَّا يَدْخُلَنَّهَا ٱلْيَوْمَ عَلَيْكُم مِّسْكِينٌۭ ﴿٢٤﴾
"Pada hari ini, janganlah hendaknya seorang miskin pun masuk ke kebun itu mendapatkan kamu".
وَغَدَوْا۟ عَلَىٰ حَرْدٍۢ قَـٰدِرِينَ ﴿٢٥﴾
Dan pergilah mereka pada pagi-pagi itu, dengan kepercayaan, (bahawa) mereka berkuasa menghampakan fakir miskin dari hasil kebun itu.
فَلَمَّا رَأَوْهَا قَالُوٓا۟ إِنَّا لَضَآلُّونَ ﴿٢٦﴾
Sebaik-baik sahaja mereka melihat kebunnya, mereka berkata: "Sebenarnya kita sesat jalan, (ini bukanlah kebun kita)".
بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ ﴿٢٧﴾
(Setelah mereka perhati dengan teliti, mereka berkata: "Tidak! Kita tidak sesat), bahkan kita orang-orang yang dihampakan (dari hasil kebun kita, dengan sebab ingatan buruk kita sendiri)".
قَالَ أَوْسَطُهُمْ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ لَوْلَا تُسَبِّحُونَ ﴿٢٨﴾
Berkatalah orang yang bersikap adil di antara mereka: "Bukankah aku telah katakan kepada kamu (semasa kamu hendak menghampakan orang-orang fakir miskin dari habuannya): amatlah elok kiranya kamu mengingati Allah (serta membatalkan rancangan kamu yang jahat itu) ?"
قَالُوا۟ سُبْحَـٰنَ رَبِّنَآ إِنَّا كُنَّا ظَـٰلِمِينَ ﴿٢٩﴾
Mereka berkata (dengan sesalnya): "Maha Suci Tuhan Kami! Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berlaku zalim!"
فَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍۢ يَتَلَـٰوَمُونَ ﴿٣٠﴾
Kemudian setengahnya mengadap yang lain, sambil cela-mencela.
قَالُوا۟ يَـٰوَيْلَنَآ إِنَّا كُنَّا طَـٰغِينَ ﴿٣١﴾
Mereka berkata: "Aduhai celakanya kita! Sesungguhnya kita adalah orang-orang yang melampaui batas.
عَسَىٰ رَبُّنَآ أَن يُبْدِلَنَا خَيْرًۭا مِّنْهَآ إِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا رَٰغِبُونَ ﴿٣٢﴾
"Semoga Tuhan kita, (dengan sebab kita bertaubat) menggantikan bagi kita yang lebih baik daripada (kebun yang telah binasa) itu; sesungguhnya, kepada Tuhan kita sahajalah kita berharap".
كَذَٰلِكَ ٱلْعَذَابُ ۖ وَلَعَذَابُ ٱلْـَٔاخِرَةِ أَكْبَرُ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ ﴿٣٣﴾
Demikianlah azab seksa (yang telah ditimpakan kepada golongan yang ingkar di dunia), dan sesungguhnya azab hari akhirat lebih besar lagi; kalaulah mereka orang-orang yang berpengetahuan (tentulah mereka beringat-ingat).