Découvrez la signification du terme Al-āfa (آفة) dans le vocabulaire islamique.
Daftar isi :
Diperbarui pada 11 April 2026 pukul 01.05
📖 3 menit bacaIa adalah 'ahah (musibah).
Tidak taatnya anggota bicara (alat), baik karena fitrah, karena ciptaan (khilqah), maupun lainnya, seperti lemahnya anggota bicara. Tidakkah engkau lihat bahwa 'afah dalam perkataan dapat karena fitrah, seperti pada orang bisu, atau karena lemahnya anggota bicara dan tidak mencapai derajat kekuatan, seperti pada masa kanak-kanak? Ketahuilah kemudian bahwa 'afah dalam perkataan itu lafazhi dan ma'nawi, karena ia lawan dari perkataan : sebagaimana perkataan itu lafazhi dan ma'nawi, begitu pula lawannya.
'Afah lafazhi adalah ketidakmampuan pada perkataan lafazhi, seperti pada orang bisu dan anak kecil ; 'afah ma'nawi adalah ketidakmampuan penutur mengendalikan dalam dirinya sendiri makna yang ia tunjukkan dengan perkataan, tulisan atau isyarat.
Dalam bahasa : 'ahah ; dalam « al-Muhkam » : kejadian yang merusak apa yang ia dampai dari sesuatu. Dikatakan : 'afah budi yang kasar adalah kebiadaban ; 'afah ilmu adalah lupa ; jamaknya : afat ; « affa asy-syai' » pada wazan maf'ul : keburukan telah menimpanya. 'Afah dapat bersifat umum, seperti panas dan dingin yang menyengat, atau khusus, seperti gila.
Al-Ahmad Bakri berkata : tidak taatnya anggota bicara, baik karena fitrah, karena ciptaan, maupun lainnya, seperti lemahnya anggota bicara ; tidakkah engkau lihat bahwa 'afah dalam perkataan dapat karena fitrah, seperti pada orang bisu, atau karena lemahnya dan tidak mencapai derajat kekuatan, seperti pada masa kanak-kanak? Ketahuilah kemudian bahwa 'afah dalam perkataan itu lafazhi dan ma'nawi, karena ia lawan dari perkataan : sebagaimana perkataan itu lafazhi dan ma'nawi, begitu pula lawannya. 'Afah lafazhi adalah ketidakmampuan pada perkataan lafazhi, seperti pada orang bisu dan anak kecil ; 'afah ma'nawi adalah ketidakmampuan penutur mengendalikan dalam dirinya sendiri makna yang ia tunjukkan dengan perkataan, tulisan atau isyarat.
Para fuqaha menggunakan 'afah dengan makna yang sama, tetapi kebanyakan mereka membatasinya dengan menyifatinya langit (samawiyah), yaitu apa yang manusia tidak memiliki andil apa pun di dalamnya ; mereka berkata : al-ja'ihah (musibah) adalah 'afah yang menimpa buah atau tanaman tanpa manusia memiliki andil apa pun di dalamnya.
Kejadian yang merusak apa yang ia dampai ; ia adalah 'ahah.
'Ahah ; dalam « Dastur al-'ulama » : « tidak taatnya anggota bicara, baik karena fitrah, karena ciptaan, maupun lainnya, seperti lemahnya anggota bicara ».