Islam > Glosarium > Al-astṭaʿa
Découvrez la signification du terme Al-astṭaʿa (استطاعة) dans le vocabulaire islamique.
Daftar isi :
Diperbarui pada 11 April 2026 pukul 01.05
📖 2 menit bacaYaitu sifat 'aradh (yang menempel) yang Allah ciptakan pada makhluk bernyawa (hayawan), dengannya ia melakukan perbuatan-perbuatan yang tergolong pilihan.
Dalam bahasa: kemampuan melakukan suatu hal; qudrah (kemampuan) adalah sifat dengannya ia melakukan jika ia kehendaki dan tidak melakukan jika ia tidak kehendaki. Dalam pemakaian istilah: dikatakan dalam «at-Ta'rifat»: istitha'ah, qudrah, quwwah, wus' dan thaqa memiliki makna yang berdekatan dalam bahasa; dalam pemakaian para teolog, ia menunjukkan sifat dengannya makhluk bernyawa dapat melakukan atau meninggalkan. Ia juga berkata: ia adalah sifat 'aradh yang Allah ciptakan pada makhluk bernyawa, dengannya ia melakukan perbuatan-perbuatan pilihan.
Ibn 'Arfah berkata tentang istitha'ah dalam haji: yaitu kemampuan sampai, menurut pendapat yang masyhur; dikatakan: ia menambahkannya dengan bekal. Asy-Syafi'i rahimahullah berkata tentang firman Allah: «siapa yang mampu menuju kepadanya dengan jalan».
Kemampuan nyata: kemampuan sempurna yang dengannya penunaian perbuatan pasti terjadi, dan karena itu ia hanya ada disertai perbuatan.
Yaitu sifat 'aradh yang Allah ciptakan pada makhluk bernyawa, dengannya ia melakukan perbuatan-perbuatan pilihan; ia, kemampuan, wus' dan thaqa memiliki makna yang berdekatan dalam bahasa.