Découvrez la signification du terme Al-ghrr (غرر) dans le vocabulaire islamique.
Daftar isi :
Diperbarui pada 11 April 2026 pukul 01.05
📖 1 menit bacaApa yang ujungnya tidak diketahui, sehingga tidak diketahui apakah akan terjadi maupun tidak.
Dalam bahasa: risiko. Dikatakan asalnya adalah berkurangnya, menurut ucapan Arab: «unta itu gharat (tandanya kering)» (gharath an-naqah), ketika susunya berkurang; dan ia apa yang ujungnya tidak diketahui, sehingga tidak diketahui apakah akan terjadi maupun tidak, dan ia bergoyang di antara diperoleh dan hilang.
Dengan taghrir dan taghrah: paparannya pada kebinasaan. Juga: anak laki-laki: gigi pertamanya telah tumbuh. Al-aghar: yang putih, (jamak) ghurr; dan, di antara manusia: yang mulia.
At-taghrir: pengambilan risiko dan kelalaian akan ujung urusan. Dalam Majallah (art. 164): menggambarkan barang yang dijual kepada pembeli selain sesuai mutu sebenarnya.
Dengan fathah: risiko, yang tergolong gharar; dari situ keharaman jual beli gharar: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengharamkan jual beli gharar dan jual beli batu (bai' al-hashah). Diriwayatkan at-Tirmidzi, yang berkata: hadits hasan shahih, Kitab al-Buyu', bab 17; dan oleh Ibn Majah dalam Sunan-nya, Kitab at-Tijarah, bab 23, 2/739.