Apa arti Al-ḥywan?

Islam > Glosarium > Al-ḥywan

Découvrez la signification du terme Al-ḥywan (حيوان) dans le vocabulaire islamique.

Diperbarui pada 11 April 2026 pukul 01.05

📖 2 menit baca

Definisi Al-ḥywan

Al-ḥywan selon Kitab at-Ta'rifat (Al-Jurjani)

Jasad yang tumbuh, memiliki penginderaan dan digerakkan oleh kehendak.

Al-ḥywan selon Mu'jam al-Mustalahat al-Fiqhiyya

Diturunkan dari al-hayah (kehidupan): yaitu apa yang mengandung ruh; lawannya adalah al-mautan (kematian); seakan-akan alif dan nun ditambahkan untuk mubalaghah, seperti pada nayzawan dan ghalyan. Hayawan diterapkan pada setiap makhluk yang memiliki ruh, berakal maupun tidak berakal. Sebagian menakrifinya sebagai jasad yang tumbuh, memiliki penginderaan dan digerakkan oleh kehendak; hayawan lebih umum daripada baha'im (binatang yang tidak berkata) (an-Nazhm al-Musta'dzhab 1/223; al-Hudud al-Aniqah, hlm.

71; al-Mausu'ah al-Fiqhiyyah 29/293).

Al-ḥywan selon Maqalid al-'Ulum (As-Suyuti)

Memiliki penginderaan dan digerakkan oleh kehendak.

Al-ḥywan selon Mu'jam Lughat al-Fuqaha

Bentuk jamaknya: hayawanat; apa yang mengandung kehidupan; digunakan tunggal maupun jamak. Setiap makhluk yang memiliki ruh di antara makhluk-makhluk, berakal maupun tidak berakal. Setiap makhluk yang memiliki ruh di antara makhluk-makhluk yang tidak berakal.

Al-ḥywan selon At-Ta'rifat al-Fiqhiyya (Al-Barkati)

Lawan dari kematian (mautan); kemudian diterapkan pada setiap makhluk yang memiliki ruh, berakal maupun tidak berakal; diturunkan dari kehidupan, digunakan tunggal maupun jamak, karena ia pada asalnya masdar, dan asalnya hayiyan.

Al-ḥywan selon Al-Qamus al-Fiqhi

Setiap makhluk yang memiliki ruh, berakal maupun tidak berakal; diturunkan dari kehidupan; digunakan tunggal maupun jamak. Kehidupan; dalam Al-Qur'an: «Kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau; dan sungguh kampung akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui» (al-'Ankabut 29:64), yaitu kehidupan yang kekal yang tidak diikuti kematian. Al-hayy: lawan dari yang mati; bentuk jamaknya: ahya'; dalam Al-Qur'an: «Dan jangan engkau mengira orang-orang yang terbunuh di jalan Allah itu mati; sesungguhnya mereka hidup di sisi Rabbnya dan diberi rezeki» (Ali 'Imran 3:169).

Qabilah (suku). Tempat tinggal suku.

Al-ḥywan Dalam Al-Quran

﴿وَمَا هَـٰذِهِ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا لَهْوٌۭ وَلَعِبٌۭ ۚ وَإِنَّ ٱلدَّارَ ٱلْـَٔاخِرَةَ لَهِىَ ٱلْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ﴾

Sourate العنكبوت : 64

Istilah terkait: Al-ḥywan

بسم الله الرحمن الرحيم Sen 22 Rabiul Akhir
الاثنين 22 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 24.1 / 29.5
Iluminasi 30%
Bulan baru dalam 5 hari
سبحان الله وبحمده Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi