Découvrez la signification du terme Al-israf (إسراف) dans le vocabulaire islamique.
Daftar isi :
Diperbarui pada 11 April 2026 pukul 01.05
📖 2 menit bacaYaitu menghamburkan kekayaan yang besar pada tujuan yang tercela.
Melampauinya batas dalam berbelanja; dikatakan: manusia makan yang tidak halal baginya, atau makan dari yang halal baginya melampaui ukuran dan kadar kebutuhan. Dikatakan: israf adalah melampaui dalam jumlah: yaitu tidak mengetahui ukuran-ukuran hak.
Menggunakan suatu perkara pada yang tepat, melampaui yang tepat; berlawanan dengan tabdzir (memboroskan), yang adalah menggunakan suatu perkara pada yang tidak tepat.
Menghamburkan kekayaan yang besar pada tujuan yang tercela.
Secara bahasa: melampaui tujuan; dikatakan: «ia melampaui dalam hartanya» (asrafa fi malihu): ia menghamburkan tanpa ukuran dan meletakkan harta di luar tempatnya; «ia melampaui dalam perkataan dan pembunuhan»: ia melampaui batas. Adapun sarf yang dilarang Allah Yang Mahatinggi adalah apa yang dihamburkan di luar ketaatan kepada Allah, sedikit ataupun banyak. Ia juga tabdzir (memboroskan), kelalaian dan kekeliruan.
Iyas bin Mu'awiyah berkata: «segala yang dengannya melampaui perintah Allah adalah sarf dan israf». Dalam arti tabdzir: asy-Syafi'i (semoga Allah ridha kepadanya) berkata: «tabdzir adalah menghamburkan harta di luar haknya; tidak ada tabdzir dalam pelaksanaan kebaikan»; itulah pendapat mayoritas. Asy-Suddi berkata tentang: «janganlah kamu melampaui batas»:
Menghamburkan kekayaan yang besar pada tujuan yang tercela (al-Ta'rifat, hlm. 23); ia kadang dikatakan dengan pertimbangan jumlah, kadang dengan pertimbangan caranya; karena itu Sufyan (semoga Allah ridha kepadanya) berkata: «apa yang dihamburkan di luar ketaatan adalah sarf, sekalipun sedikit»; begitulah disebutkan ar-Raghib (al-Mufradat, hlm. 230).
Menggunakan suatu perkara pada yang tepat, melampaui yang tepat; berlawanan dengan tabdzir (memboroskan), yang adalah menggunakan suatu perkara pada yang tidak tepat; begitulah kata asy-Sayyid.