Arti istilah amin (آمين) dalam glosarium Islam.
Daftar isi :
Diperbarui pada 11 April 2026 pukul 01.05
📖 3 menit bacaSebuah kata yang berarti: Ya Allah, kabulkan; diucapkan pada akhir doa untuk memohonkan terkabulnya, dan setelah pembacaan Al-Fatihah dalam shalat.
Quand le dire ? Setelah doa, untuk memohonkan pengkabulan ; Setelah pembacaan Al-Fatihah dalam shalat
Isim fi'il amar yang berarti: « kabulkanlah ». An-Nawawi berkata: ia adalah sebuah nama yang ditetapkan untuk pengkabulan doa, dan pantas dilakukan madd (pemanjangan) pada huruf terakhirnya, karena ia seperti suara-suara; jika ia diberi harakat di tengah perkataan, nun mendapat fathah, seperti: kayfa dan ayna. Beliau berkata: « padanya terdapat dua qiraat: madd dan pendek; yang madd lebih tersebar dan lebih murni »; madd mengikuti pola (fa'il) seperti (Yasin), dan yang pendek mengikuti pola yamin; madd adalah bahasa kabilah 'Amir, dan yang pendek bahasa Hijaz.
Beliau berkata: mayoritas berkata bahwa tidak boleh mensyaddahkan mim; dan al-Wahidi meriwayatkan tasydidnya dengan madd, demikian pula al-Qadhi 'Iyadh dan lainnya; itu adalah pendapat yang aneh dan lemah yang tidak diperhatikan. Dan al-Fayyumi berkata: itu adalah khayal lama yang dibantah Ibnu Jinni dan lainnya; al-Wahidi meriwayatkan dari Hamzah dan al-Kisa'i: madd dan imalah. Dikatakan maknanya: Ya Allah, kabulkanlah; dikatakan: lakukanlah; dikatakan: semoga harapan kami tidak kecewa; dikatakan: selainnya.
Dikatakan juga: amm nan ta'minan. (« azh-Zhahir fi ghara'ib alfazh ash-Shafi'i » hlm. 68, « al-Mishbah al-Munir » kata (amin) hlm.
10, « al-Maghrib » hlm. 29, « Tahrir at-Tanbih » hlm. 74-75, dan « Tahdzib al-Asma wa al-Lughat » karya an-Nawawi 3/11, 14).
Ya Allah, kabulkanlah; itu adalah pendapat mayoritas ahli filologi dan ahli hukum. Ia ditetapkan sebagai ganti nama pengkabulan menurut ahli nahwu. Dan 'Athiyyah al-'Awfi berkata: amin adalah kata bahasa Suryani atau Ibrani, bukan bahasa Arab.
Sebagian ulama mensyaddahkan mim, dengan makna: mengharap kepada-Mu; dan itu adalah kesalahan dari mayoritas ulama, karena itu akan mengembalikan maknanya pada yang mengikuti Al-Fatihah, dengan menjadikannya bermakna « mengharap », seperti dalam ayat yang mulia: « dan tidak bertetangga dengan al-amm al-bayt al-haram » (al-Ma'idah: 2). : Di antara nama-nama Allah Ta'ala, menurut al-Hasan al-Bashri, al-Laits, Mujahid, dan al-Wahidi. An-Nawawi berkata: itu sangat lemah.
Al-amin: yang menjaga sesuatu atau melindunginya; jamaknya: umana. : Yang kuat. : Sebuah sifat Allah, Mahasuci Dia.
﴿فَإِنْ حَآجُّوكَ فَقُلْ أَسْلَمْتُ وَجْهِىَ لِلَّهِ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِ ۗ وَقُل لِّلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْأُمِّيِّـۧنَ ءَأَسْلَمْتُمْ ۚ فَإِنْ أَسْلَمُوا۟ فَقَدِ ٱهْتَدَوا۟ ۖ وَّإِن تَوَلَّوْا۟ فَإِنَّمَا عَلَيْكَ ٱلْبَلَـٰغُ ۗ وَٱللَّهُ بَصِيرٌۢ بِٱلْعِبَادِ﴾
Sourate آل عمران : 20
﴿۞ وَمِنْ أَهْلِ ٱلْكِتَـٰبِ مَنْ إِن تَأْمَنْهُ بِقِنطَارٍۢ يُؤَدِّهِۦٓ إِلَيْكَ وَمِنْهُم مَّنْ إِن تَأْمَنْهُ بِدِينَارٍۢ لَّا يُؤَدِّهِۦٓ إِلَيْكَ إِلَّا مَا دُمْتَ عَلَيْهِ قَآئِمًۭا ۗ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا۟ لَيْسَ عَلَيْنَا فِى ٱلْأُمِّيِّـۧنَ سَبِيلٌۭ وَيَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ﴾
Sourate آل عمران : 75
﴿أُبَلِّغُكُمْ رِسَـٰلَـٰتِ رَبِّى وَأَنَا۠ لَكُمْ نَاصِحٌ أَمِينٌ﴾
Sourate الأعراف : 68
﴿وَقَالَ ٱلْمَلِكُ ٱئْتُونِى بِهِۦٓ أَسْتَخْلِصْهُ لِنَفْسِى ۖ فَلَمَّا كَلَّمَهُۥ قَالَ إِنَّكَ ٱلْيَوْمَ لَدَيْنَا مَكِينٌ أَمِينٌۭ﴾
Sourate يوسف : 54
﴿إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌۭ﴾
Sourate الشعراء : 107
﴿إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌۭ﴾
Sourate الشعراء : 125
Ce terme apparaît dans 17 versets du Coran.