Islam > Hadis > Keutamaan dan adab > Wahai Rasulullah! Bolehkah salah seorang dari kami tidur sedangkan dia dalam keadaan junub…
Hadis sahihDiperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit bacaعن عبد الله بنِ عمر رضي الله عنهما أن عمرَ بْن الخطاب رضي الله عنه قال: ((يا رسول الله، أّيَرقُدُ أَحَدُنا وهو جُنُب؟ قال: نعم، إِذَا تَوَضَّأ أَحَدُكُم فَليَرقُد)).
Umar bin Al-Khaṭṭāb -raḍiyallāhu 'anhu- bertanya kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, jika ada salah seorang dari mereka (sahabat) mengalami junub di awal malam karena menggauli istrinya meskipun tidak sampai keluar (mani) atau dia mimpi basah, maka bolehkah dia tidur padahal dalam keadaan junub? Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- membolehkan mereka hal itu. Hanya saja hadas besar ini harus diringankan dengan wudu sesuai syariat. Ketika sudah berwudu, maka tidak mengapa tidur dalam keadaan junub.
Kategori : Adab-adab Syar'i · Adab Tidur dan Bangun Tidur · Keutamaan dan Adab