Demi (Allah) yang jiwaku berada di tangan-Nya, hendaklah kalian benar-benar memerintahkan …

Islam > Hadis > Dakwah dan hisbah > Demi (Allah) yang jiwaku berada di tangan-Nya, hendaklah kalian benar-benar memerintahkan …

Hadits diriwayatkan oleh Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Ahmad

Hadis hasan

Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26

📖 2 menit baca

Teks hadits: Demi (Allah) yang jiwaku berada di tangan-Nya, hendakla…

عن حذيفة بن اليمان رضي الله عنهما عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال: «وَالَّذِي نَفسِي بِيَدِه، لَتَأْمُرُنَّ بِالمَعرُوف، وَلَتَنهَوُنَّ عَنِ المُنْكَر؛ أَو لَيُوشِكَنَّ الله أَن يَبْعَثَ عَلَيكُم عِقَاباً مِنْه، ثُمَّ تَدعُونَه فَلاَ يُسْتَجَابُ لَكُم».

Penjelasan hadits: Demi (Allah) yang jiwaku berada di tangan-Nya, hendakla…

Sabda Nabi -'alaihi aṡ-ṡalātu wa as-salām-, "Demi (Allah) yang jiwaku berada di tangan-Nya", ini adalah sumpah. Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersumpah dengan nama Allah; karena Dia yang jiwa-jiwa hamba berada ditangan-Nya -Jalla wa 'Alā-. Dia menunjukinya jika berkehendak dan menyesatkannya jika berkehendak, Dia mematikannya jika berkehendak dan membiarkannya hidup jika berkehendak. Jiwa-jiwa berada di tangan Allah baik dalam hal petunjuk maupun tersesatnya, hidup dan matinya, pengelolaan dan pengaturan dalam segala hal. Sebagaimana firman Allah -Tabāraka wa Ta'ālā-, "Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaan." Jadi jiwa-jiwa hanya berada di tangan Allah semata. Oleh sebab ini, Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersumpah, dan beliau sering bersumpah dengan sumpah ini, "Demi (Allah) yang jiwaku berada di tangan-Nya." Terkadang beliau mengatakan, "Demi (Allah) yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya." Sebab jiwa Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- adalah jiwa yang paling baik. Maka beliau bersumpah dengan menyebutkan jiwa ini karena merupakan jiwa yang paling baik. Kemudian beliau menyebutkan al-muqsam 'alaih (obyek sumpah), yakni kita menjalankan amar makruf dan nahi mungkar, atau Allah akan menimpakan siksaan dari sisi-Nya kepada kita semua, hingga kita berdoa kepada-Nya, namun Dia tidak mengabulkan permohonan kita. Ini merupakan penjelasan tentang urgensi amar makruf seperti salat, zakat, pelaksanaan hak-hak pihak lain; dan urgensi nahi mungkar seperti zina, riba dan lainnya. Hal ini dilakukan dengan perbuatan bagi orangorang memiliki kekuasaan seperti bapak di rumahnya, polisi syariah dan polis; atau dengan perkataan baik, dan ini berlaku untuk semua orang; atau pakai hati dengan meninggalkan tempat kemungkaran tersebut. Ini berlaku bagi orang yang tidak bisa mengingkari dengan perbuatan atau dengan perkataan.

Kategori : Amar Makruf dan Nahi Munkar · Hukum Amar Makruf dan Nahi Munkar · Dakwah dan Ḥisbah

بسم الله الرحمن الرحيم Sel 15 Jumadil Awal
الثلاثاء 15 جمادى الأولى
بدر Bulan Purnama Hari 16.6 / 29.5
Iluminasi 96%
Bulan baru dalam 13 hari
لا حول ولا قوة إلا بالله Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi