Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melihat keledai yang ditandai di mukanya. Beliau…

Islam > Hadis > Dakwah dan hisbah > Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melihat keledai yang ditandai di mukanya. Beliau…

Hadits diriwayatkan oleh Diriwayatkan oleh Muslim

Hadis sahih

Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26

📖 2 menit baca

Teks hadits: Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melihat keled…

عن ابن عباس رضي الله عنهما مرفوعاً: رأى رسول الله صلى الله عليه وسلم حِمَارًا مَوْسُومَ الوَجْهِ، فأنكر ذلك؟ فقال: «والله لا أَسِمُهُ إلا أقصى شيء من الوجه» وأمر بحماره فُكُوِيَ في جَاعِرَتَيْهِ، فهو أول من كوى الجاعرتين.

Penjelasan hadits: Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melihat keled…

Makna hadis:

Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melihat seekor keledai yang ditandai di mukanya. Beliau pun lantas mengingkari itu. Al-Wasmu merupakan pemberian cap yang dilakukan kepada binatang untuk menjadi tanda. Para peternak melakukan tindakan ini untuk tanda bagi mereka. Setiap kabilah memiliki cap tertentu, baik dua tanda ,tanda persegi empat, lingkaran, atau bulan sabit. Yang penting bahwa setiap kabilah memiliki cap tertentu. Cap ini dapat menjaga binatang ternak ketika ia ditemukan dalam keadaan tersesat (hilang) maka orang-orang tahu bahwa binatang ini adalah milik kabilah tertentu, lalu mereka memberitahukannya kepada mereka. Lantas dia berkata, yaitu Al-Abbas bin Abdil Muṭṭalib -raḍiyallāhu 'anhu- sebagaimana dijelaskan dalam riwayat Ibnu Ḥibbān dalam Sahihnya dari Ibnu Abbas -raḍiyallāhu 'anhumā- bahwa Al-Abbas memberi cap pada unta atau binatang ternak di wajahnya. Lantas Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melihatnya dan marah. Abbas berkata, "Aku tidak akan menandainya kecuali sedikit saja di ujungnya. Lalu ia menandai keledai itu pada kedua pantatnya." Setelah Ibnu Abbas mengetahui larangan itu, ia bersumpah tidak akan memberi cap pada keledai kecuali sedikit saja di ujung mukanya.

Dalam riwayat Ibnu Ḥibbān tersebut, "Aku tidak akan mencapnya kecuali di ujungnya," lantas ia memberinya tanda pada kedua pantatnya. Selanjutnya Ibnu Abbas memerintahkan membawa keledainya lalu diberi cap di kedua pantatnya, yaitu bagian belakangnya yang menjadi tempat bagi hewan memukulkan ekornya ke paha atasnya.

An-Nawawi -raḥimahullāh- berkata, "Apabila hendak memberi cap, disunnahkan memberi cap pada kambing di telinganya, unta dan sapi di pangkal pahanya, karena merupakan area keras sehingga dapat meminimalisir rasa sakit, meringankan rasanya dan menampakkan capnya. Manfaat cap ialah untuk membedakan antara satu hewan dengan yang lainnya. Al-Abbas -raḍiyallāhu 'anhu- adalah orang yang pertama kali mencap keledainya di bagian belakangnya.

Kategori : Dakwah Kepada Allah · Hak-hak Hewan dalam Islam · Dakwah dan Ḥisbah

بسم الله الرحمن الرحيم Sel 15 Jumadil Awal
الثلاثاء 15 جمادى الأولى
بدر Bulan Purnama Hari 16.5 / 29.5
Iluminasi 97%
Bulan baru dalam 13 hari
سبحان الله Maha Suci Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi