Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh pula membahayakan orang lain
Islam > Hadis > Fikih dan usul fikih > Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh pula membahayakan orang lain
Hadits diriwayatkan oleh HR. Ibnu Majah, Daraqutni dan yang lainnya secara musnad
Hasan
Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26
📖 1 menit baca
Teks hadits: Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh p…
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ سَعْدِ بْنِ مَالِكِ بْنِ سِنَانٍ الخُدْرِيّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ».
Penjelasan hadits: Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh p…
Nabi ﷺ menjelaskan bahwa seseorang wajib menepis segala macam dan bentuk kemudaratan terhadap diri sendiri dan orang lain, sehingga siapa pun tidak boleh menyakiti dirinya atau orang lain. Demikian pula ia tidak boleh membalas keburukan dengan keburukan, karena hukum asalnya keburukan tidak boleh dihilangkan dengan keburukan juga, kecuali dalam bentuk kisas tanpa melampaui batas.
Pelajaran: Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh p…
- 1- Larangan membalas dengan kadar yang lebih dari semisalnya.
- 2- Allah tidak memerintahkan hamba-Nya kepada hal yang akan mendatangkan keburukan pada mereka.
- 3- Hadis ini merupakan kaidah haramnya menimpakan keburukan kepada diri sendiri dan orang lain, baik dengan ucapan, perbuatan atau pembiaran.
- 5- Salah satu kaidah syariat adalah keburukan mesti dihilangkan. Syariat tidak membiarkan keburukan dan mengingkari perbuatan yang membahayakan orang lain.
Kategori :
Uṣūl Fikih
· Kaidah Fikih dan Kaidah Uṣūl
· Fikih dan Uṣūl Fikih
بسم الله الرحمن الرحيم
Sel 15 Jumadil Awal
الثلاثاء 15 جمادى الأولى
سبحان الله وبحمده
Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya