Tidak boleh memakai baju, serban, celana, burnus (pakaian bertopi) dan khuff kecuali seseo…

Islam > Hadis > Fikih dan usul fikih > Tidak boleh memakai baju, serban, celana, burnus (pakaian bertopi) dan khuff kecuali seseo…

Hadits diriwayatkan oleh Muttafaq 'alaih

Hadis sahih

Diperbarui pada 26 Oktober 2026 pukul 23.26

📖 2 menit baca

Teks hadits: Tidak boleh memakai baju, serban, celana, burnus (pakai…

عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما «أن رجلًا قال يا رسول الله، ما يَلْبَسُ المُحْرِمُ مِنَ الثياب؟ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لا يلبسُ القميص، ولا العَمَائِمَ ، وَلاَ السَّرَاوِيلاَتِ، ولا البَرَانِسَ، ولا الخِفَافَ، إلا أحدٌ لا يجِدُ نَعْلَيْنِ، فَلْيَلْبَسْ خُفَّيْنِ، وَلْيَقْطَعْهُمَا أسفلَ من الكعبين، وَلا يَلْبَسْ من الثياب شيئا مَسَّهُ زَعْفَران أوْ وَرْسٌ»، وللبخاري: «ولا تَنْتَقِبُ المرأة، وَلا تلبس الْقُفَّازَيْنِ».

Penjelasan hadits: Tidak boleh memakai baju, serban, celana, burnus (pakai…

Para sahabat –raḍiyallāhu 'anhum- telah mengetahui bahwa keadaan orang yang berihram berbeda dengan orang yang tidak berihram. Oleh karena itu, seseorang bertanya kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- tentang apa saja yang boleh dipakai oleh orang yang berihram. Karena pertanyaan yang tepat untuk diajukan seharusnya adalah tentang apa saja yang harus dihindari karena hal itu lebih sedikit, dan beliau -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- telah dianugrahi jawami'ul kalim (perkataan yang ringkas bermakna luas) sehingga beliau memberikan jawaban dengan menerangkan apa saja yang tidak boleh dipakai oleh orang yang berihram, dan selain itu hukumnya tetap boleh untuk dipakai, sehingga dengan demikian dapat diperoleh ilmu dan pengetahuan yang banyak. Kemudian beliau -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menyebutkan kepadanya pakaian apa saja yang diharamkan untuk dipakai oleh orang yang berihram dan semua yang serupa dengannya. Beliau bersabda, “Tidak boleh memakai baju, dan semua pakaian yang dibentuk dan dijahit untuk menutupi badan, serban, burnus (pakaian bertopi), dan penutup kepala yang menempel langsung di atasnya, celana, pakaian yang menutupi anggota tubuh meskipun itu hanya menutupi satu anggota tubuh seperti kaos tangan dan sejenisnya, baik dijahit ataupun dililitkan, “khuff” (sejenis sepatu) dan yang semisalnya yang biasa dipakai untuk alas kaki yang menutupi mata kaki, baik itu yang terbuat dari bahan kapas, wol, kulit atau bahan lainnya. Siapa yang tidak memiliki sandal ketika ia berihram, maka dia boleh memakai sepatu, namun hendaknya ia memotongnya sampai di bawah mata kaki sehingga ia menjadi seperti sandal. Kemudian Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menambahkan beberapa faedah yang tidak ditanyakan, namun masih dalam lingkup pertanyaan tersebut. Beliau menjelaskan tentang pakaian yang dilarang secara mutlak bagi orang yang berihram baik laki-laki ataupun perempuan, beliau bersabda, “Dan jangan memakai pakaian atau yang lainnya, baik itu yang dijahit ataupun tidak, jika diolesi minyak za'faran dan wars. Ini berisi penjelasan tentang diharamkannya memakai berbagai macam minyak wangi. Lalu beliau menerangkan apa yang wajib bagi wanita, berupa larangan menutupi wajah serta kedua telapak tangannya. Beliau bersabda, “Bagi wanita yang berihram tidak boleh memakai niqab (cadar) dan sarung tangan."

Kategori : Fikih Ibadah · Haji dan Umrah · Fikih dan Uṣūl Fikih · Larangan-larangan Umrah

بسم الله الرحمن الرحيم Sel 15 Jumadil Awal
الثلاثاء 15 جمادى الأولى
بدر Bulan Purnama Hari 16.5 / 29.5
Iluminasi 96%
Bulan baru dalam 13 hari
حسبنا الله ونعم الوكيل Cukuplah Allah bagi kami, sebaik-baik pelindung

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi