Abu Musa Al-Asy'ari

Diperbarui pada 07 Oktober 2026 pukul 09.49

📖 2 menit baca

Biografi de Abu Musa Al-Asy'ari

Abu Musa Al-Asy'ari bernama Abdullah bin Qais. Silsilahnya dan sebagian riwayatnya dicantumkan dalam biografi yang dikelompokkan pada huruf 'ain. Ibunya adalah seorang wanita dari Akka' yang memeluk Islam dan wafat di Madinah. Al-Waqidi beserta sekelompok ulama menyatakan bahwa Abu Musa adalah sekutu Sa'id bin Al-'Ash, bahwa ia memeluk Islam di Makkah, berhijrah ke Habasyah, lalu kembali bersama penduduk kedua kapal ketika Rasulullah ﷺ berada di Khaibar. Al-Waqidi mengatribusikan pendapat ini kepada Khalid bin Iyas, dari Abu Bakar bin Abdullah bin Abi Al-Jahm, yang sangat menguasai ilmu silsilah.

Namun riwayat lain merinci bahwa Abu Musa bukanlah seorang muhajir (ke Habasyah) dan tidak memiliki ikatan persekutuan apa pun dengan Quraisy. Ia memeluk Islam sejak lama di Makkah, lalu kembali ke negeri kaumnya. Ia tinggal di sana hingga datang menghadap Rasulullah ﷺ bersama beberapa orang Asy'ariyyun. Kedatangan mereka bertepatan dengan kedatangan penumpang kedua kapal, yakni Ja'far dan sahabat-sahabatnya yang kembali dari Habasyah, pada saat Nabi ﷺ baru saja menaklukkan Khaibar. Para perawi kemudian menghimpun mereka dalam sebutan penduduk kedua kapal, namun kronologi yang disebutkan sebelumnya tampaknya paling tepat.

Abu Umar menjelaskan bahwa Ibnu Ishaq hanya menghitung Abu Musa di antara para muhajir ke Habasyah karena kapal yang mengangkutnya bersama kaumnya terdorong hingga terdampar ke negeri itu. Mereka berangkat dari sana bersama Ja'far dan sahabat-sahabatnya, setiap rombongan dengan kapalnya masing-masing, lalu tiba semua bersama-sama ketika Rasulullah ﷺ menaklukkan Khaibar. Beliau memberikan bagian kepada penduduk kedua kapal. Riwayat yang menguatkan penjelasan ini, diriwayatkan Muslim dari Abu Usamah, Buraidah, Abu Burdah, dan Abu Musa, diawali dengan kata-kata, "Kami mendengar berita keberangkatan Rasulullah ﷺ ketika kami berada di Yaman..."

Penjelasan Abu Umar mendamaikan rumusan-rumusan tersebut: Abu Musa tidak pergi ke Habasyah dengan sengaja dalam rangka hijrah yang pertama, melainkan kapal kaum Asy'ariyyun terdorong ke sana. Mereka kemudian bertemu Ja'far dan sahabat-sahabatnya, lalu berangkat pada saat yang sama dengan mereka, dua rombongan dalam dua kapal yang berbeda. Kedatangan mereka bersama-sama di Khaibar menjelaskan mengapa para sumber menyebut mereka semua penduduk kedua kapal dan mengapa Nabi ﷺ memberi mereka bagian.

✕
بسم الله الرحمن الرحيم Rab 24 Rabiul Akhir
الأربعاء 24 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 25.7 / 29.5
Iluminasi 16%
Bulan baru dalam 4 hari
لا حول ولا قوة إلا بالله Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi