Asy-Syifa binti Abdillah

Diperbarui pada 07 Oktober 2026 pukul 09.49

📖 2 menit baca

Biografi de Asy-Syifa binti Abdillah

Asy-Syifa binti Abdullah bin Abd Syams bin Khalaf bin Sadad bin Abdullah bin Qurth bin Razah bin 'Adi bin Ka'b bin Lu'ay adalah seorang Quraisy dari Bani 'Adi dan ibu Sulaiman bin Abi Hathmah. Menurut riwayat lain, nama depannya Laila. Ia memeluk Islam sangat awal, termasuk para wanita yang berbaiat dan termasuk muhajirah pertama. Ibunya adalah Fatimah binti Abi Wahb bin 'Amr bin 'Aidz bin 'Amr bin Makhzum.

Ia termasuk wanita-wanita yang paling bijaksana dan paling shalih. Rasulullah ﷺ pernah tidur siang di rumahnya. Ia telah menyediakan baginya kasur dan kain penutup agar beliau dapat beristirahat; benda-benda itu tetap berada dalam keluarganya hingga Marwan mengambilnya dari mereka. Ia menangani ruqyah untuk penyakit yang disebut an-namlah, dan Rasulullah ﷺ memerintahkannya mengajarkannya kepada Hafshah. Beliau memberikan baginya sebuah rumah di lingkungan para gubernur, tempat ia tinggal bersama putranya Sulaiman. Umar meminta pendapatnya, menghargai pertimbangannya dan memberinya penghormatan. Abu Bakar dan Utsman bin Sulaiman bin Abi Hathmah meriwayatkan darinya.

Asy-Syifa, yang seorang muhajirah, meriwayatkan bahwa ketika ditanya tentang amal-amal yang paling utama, Rasulullah ﷺ menjawab: "Iman kepada Allah, jihad di jalan-Nya, dan haji yang mabrur."

Ia juga bercerita: "Aku datang kepada Rasulullah ﷺ untuk meminta sesuatu. Beliau mulai menyampaikan permintaan maaf kepadaku sementara aku menyampaikan celaan kepadanya. Kemudian aku menghadiri shalat dan pergi ke rumah putriku, yang menikah dengan Syurahbil bin Hasanah. Aku mendapati Syurahbil di rumah dan berkata kepadanya: Aku menghadiri shalat padahal engkau tinggal di rumah! Aku mulai mencelanya. Ia menjawab: Bibiku, jangan celai aku. Kami hanya memiliki satu helai pakaian, dan Rasulullah ﷺ meminjamnya daripada kami. Aku berkata: Semoga ayah dan ibuku menjadi tebusanmu! Aku mencelanya padahal keadaannya demikian, tanpa aku ketahui! Syurahbil memperjelas: Yang dimaksud hanyalah satu jubah yang telah kami tambal."

Utsman bin Sulaiman bin Abi Hathmah meriwayatkan akhirnya bahwa Asy-Syifa sudah menangani sejumlah ruqyah sebelum Islam. Setelah berhijrah kepada Nabi ﷺ, yang kepadanya ia berbaiat di Makkah sebelum keberangkatannya, ia datang berkata: "Wahai Rasulullah, aku menangani satu ruqyah pada masa jahiliah dan aku ingin memperlihatkannya kepadamu." Bagian teks yang terpelihara terputus di sini.

Kisah permintaannya juga memperlihatkan kesederhanaan harta sebagian rumah tangga muslim: Syurahbil tidak meninggalkan shalat karena kelalaian, melainkan karena satu-satunya pakaian pantas di rumah telah dipinjam Rasulullah ﷺ. Asy-Syifa segera menarik celanya ketika memahami keadaan itu. Ilmunya sendiri tidak menghalanginya mengoreksi penilaiannya begitu fakta baru tampak.

✕
بسم الله الرحمن الرحيم Min 28 Rabiul Akhir
الأحد 28 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 29.5 / 29.5
Iluminasi 0%
Bulan baru dalam 0 hari
لا إله إلا الله Tiada Tuhan selain Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi