Biografi de Umar bin Abdul Aziz dari Beberapa Sahabat
Isa bin Abdullah meriwayatkan dari Muhammad bin Umar bin Ali bin Abi Thalib dan Yazid bin Umar bin Mawriq. Yang terakhir menceritakan, "Aku berada di Syam ketika Umar bin Abdul Aziz membagikan pemberian kepada orang-orang. Aku menghadapnya dan ia bertanya, 'Dari kaum apa engkau?' Aku menjawab, 'Dari Quraisy.' Ia bertanya, 'Dari cabang Quraisy yang mana?' Aku menjawab, 'Dari Bani Hasyim.' Ia bertanya lagi, 'Dari cabang Bani Hasyim yang mana?' Aku berkata, 'Aku maula (orang yang dimerdekakan) Ali bin Abi Thalib.'"
Umar bin Abdul Aziz terdiam, kemudian meletakkan tangan di dadanya dan menyatakan, "Aku juga hamba Ali bin Abi Thalib. Beberapa orang telah menceritakan kepadaku bahwa mereka mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Barangsiapa aku walinya, maka Ali pun walinya.'" Ia kemudian memanggil Muzahim dan bertanya, "Berapa biasanya engkau memberikan kepada orang yang setingkat dengannya?" Muzahim menjawab, "100 atau 200 dirham." Umar memerintahkan, "Berikan dia 60 dinar karena kecintaannya kepada Ali bin Abi Thalib." Ia lalu berkata kepada lelaki itu, "Kembalilah ke negerimu; mulai sekarang engkau akan menerima jatah yang sama seperti orang-orang sepertimu." Ibnu Mandah dan Abu Nu'aim meriwayatkan kisah ini.
Catatan yang menyertai bagian ini menjelaskan bahwa kata-kata dalam kurung berasal dari naskah dan bahwa redaksi At-Tirmidzi adalah, "Tertulis di antara kedua matanya: kafir." Teks ini diriwayatkan At-Tirmidzi dalam bab-bab fitnah, pada bagian tentang Dajjal, hadits nomor 2336, Tuhfatul Ahwadzi, jilid 6, halaman 492-493. Istilah as-saqab bermakna kedekatan dan pertetanggaan langsung; di sini ia menunjuk hak syuf'ah (hak membeli terlebih dahulu). Catatan-catatan ini tampaknya berkaitan dengan konteks teks yang lebih luas daripada kutipan yang tersimpan.