Découvrez la signification du terme Abda (أبدع) dans le vocabulaire islamique.
Daftar isi :
Diperbarui pada 11 April 2026 pukul 01.05
📖 3 menit bacaPenyair : ia menciptakan badi' (seni keindahan sastra). Seseorang : ia mengada-adakan bid'ah. Seseorang terhadap seseorang : meninggalkannya, tidak memenuhi kebutuhannya ; dikatakan : « si fulan telah mengabaikanku » (abda'a bi), ketika ia tidak berada pada ukuran harapanmu dalam suatu perkara yang engkau amanahkan kepadanya pengurusannya dan penataannya.
Sesuatu : mengada-ada (mengada-adakannya). Memulainya. Al-bid' : sesuatu yang dibuat untuk pertama kali ; dalam Al-Qur'an : « Katakanlah : aku bukanlah rasul yang pertama (bid'an) ; aku tidak tahu apa yang akan diperbuat terhadapku dan terhadapmu ; aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku, dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan » (al-Ahqaf, 9), artinya : aku bukan yang pertama kepadanya datang wahyu dari sisi Allah Ta'ala dan penetapan hukum-hukum ; Allah telah mengutus para rasul sebelumku, pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan aku berada di atas petunjuk mereka.
Kata kerja aktif : dikatakan : si fulan menjadi yang pertama (bada'a) dalam perkara ini, artinya ia pemulanya. Pemuda yang belum berpengalaman di antara manusia (jamak : ibda', bida'). Al-bid'ah : nama masdar dari al-ibtida', baik yang terpuji maupun yang tercela ; kemudian penggunaannya berlaku untuk apa yang kurang dalam agama atau tambahan.
Dalam hadis yang mulia : « Setiap perkara baru adalah bid'ah, setiap bid'ah adalah kesesatan, dan setiap kesesatan adalah di dalam neraka » (jamak : bida'). Dalam syariat : digunakan sebagai lawan dari sunnah, karena itulah ia tercela dalam penggunaan syariat. Sesungguhnya, jika ia termasuk apa yang dianjurkan syariat, ia baik ; jika ia termasuk apa yang dianggap buruk oleh syariat, ia buruk ; selain itu ia termasuk golongan yang mubah (Ibn Hajar).
Dalam syariat : mengambil suatu sikap yang tidak ditunjukkan oleh dalil mana pun (al-Husain as-San'ani). Menurut mazhab Hanafi : keyakinan yang bertentangan dengan apa yang diketahui dari Rasulullah, bukan karena pertentangan melainkan karena sebagian prasangka ; atau : perkara baru yang tidak pernah diamalkan oleh para Sahabat maupun para Tabi'in, dan tidak termasuk apa yang dituntut oleh dalil syariat ; atau : bid'ah adalah sinonim makruh menurut Muhammad bin al-Hasan. Menurut kaum Ibadi : menjadikan Allah dihukumi oleh suatu agama yang Dia menjadi saksinya dan pendusta dalam kesaksiannya terhadap dirinya, hingga ia berjumpa dengan Allah dalam hal itu.