Découvrez la signification du terme Ahsr (أحصر) dans le vocabulaire islamique.
Daftar isi :
Diperbarui pada 11 April 2026 pukul 01.05
📖 2 menit bacaAhsara untanya : mengikatnya (hasarahu). Ahsara seseorang : memenjarakannya, menghalanginya ; dikatakan : penyakit telah menghalanginya (ahsarahu), rasa takut telah menghalanginya. Dalam Al-Qur'an yang mulia : « Jika kamu terhenti (uhsirtum), maka wajiblah menyembelih hadyu yang mudah didapat » (al-Baqarah, 196).
Al-ihsar : menghalangi dari mencapai apa yang dituju. Kebanyakan ahli bahasa mengajarkan bahwa ihsar hanya terjadi karena penyakit, sedangkan terhalang oleh musuh disebut hasr ; sebagian lain berkata bahwa istilah ini berlaku untuk segala yang menghalangi manusia untuk beramal. Menurut syariat : terhalangnya pelaksanaan nusk-nusk manasik, sejak awal atau dalam waktu lama, secara keseluruhan atau sebagian (al-Bajirmi).
Menurut syariat : terhalangnya suatu rukun manasik atau beberapa rukun, oleh musuh, penyakit, kematian muhrim, atau hilangnya bekal (al-Haskafi). Dalam syariat : terhalangnya melanjutkan amal-amal haji, baik karena musuh, penjara, maupun penyakit (al-Jurjani). Menurut banyak Sahabat : segala yang menahan haji atau 'umrah, oleh musuh, penyakit atau lainnya ; itulah pendapat mazhab Hanafi, Hanbali, Zhahiri dan Zaidiyah.
Menurut Ibn 'Abbas dan mazhab Syafi'i : terhalang oleh musuh. Al-hashur : orang yang menahan diri dari tenggelam dalam hawa nafsu ; dalam Kitab yang agung : « Allah menggembirakamu dengan (kelahiran) Yahya, yang membenarkan kalimat dari Allah, menjadi pemimpin, seorang lelaki yang suci dan seorang nabi di antara orang-orang saleh » (Ali 'Imran, 39). Al-hashir : berjiwa sempit ; bakhil ; apa yang menahan dan menghalangi gerakan.
Dalam Al-Qur'an yang mulia : « Sungguh, Kami telah menjadikan neraka Jahannam belenggu (hasirah) bagi orang-orang kafir » (al-Isra', 8). Hasara tanah : meratakannya.