Découvrez la signification du terme Al-āʾsa (آئسة) dans le vocabulaire islamique.
Daftar isi :
Diperbarui pada 11 April 2026 pukul 01.05
📖 2 menit bacaMuannats dari al-a'ish, dari 'asha, kebalikan dari ya'ish ; itu bukan kesalahan bahasa, kata Ibn Sidah ; maknanya : harapannya telah padam. Al-a'ishah : perempuan yang haidnya berhenti karena tua. Para ulama menaksir usia menopause pada lima puluh tahun, atau lima puluh lima, atau enam puluh.
Al-Ahmad Bakri berkata : pilihan yang dipilih pada zaman kita, menurut yang diriwayatkan (kitab) « azh-Zhahid », adalah lima puluh tahun, dan ukurannya dalam hal itu adalah kebiasaan. (Lisan al-'Arab, artikel a'ysy, 1/190 ; tafsir al-Qurthubi 10/6641 dan selanjutnya ; at-Tafsir al-Munir li-ma'alim at-tanzil karya an-Nawawi al-Jawi, dengan lampirannya al-Wajiz fi tafsir al-Qur'anil-'Aziz karya Abu al-Hasan al-Wahidi 2/383 ; Dastur al-'Ulama' 1/16 ; at-Ta'rifat, hlm. 35).
Muannats dari al-a'ish. Perempuan yang haidnya berhenti karena tua. Menurut mazhab Maliki : perempuan berumur lima puluh hingga tujuh puluh tahun, yang menopausenya tidak pasti.
Menurut mazhab Hanafi : perempuan yang harapan melihat darah telah hilang, karena mencapai usia yang sejenisnya tidak lagi haid ; atau : perempuan yang tidak haid selama lima puluh lima tahun. Menurut mazhab Syafi'i : perempuan yang mencapai enam puluh dua tahun ; atau : perempuan yang mencapai usia di mana perempuan-perempuan sejenisnya menopause. Menurut mazhab Hanbali : perempuan yang mencapai lima puluh tahun dan haidnya terputus beberapa kali melawan kebiasaannya, tanpa sebab.
Menurut mazhab Ja'fari : perempuan yang mencapai enam puluh tahun dihitung dari kelahirannya.