Découvrez la signification du terme Al-bid'a (بدعة) dans le vocabulaire islamique.
Daftar isi :
Diperbarui pada 11 April 2026 pukul 01.05
📖 2 menit bacaIa adalah amalan yang bertentangan dengan Sunnah ; ia disebut bid'ah karena pembuatnya memulainya tanpa ada teladan sebelumnya.
Ia adalah perkara baru yang tidak diamalkan para Sahabat maupun para Tabi'in, dan tidak dituntut oleh dalil agama mana pun.
Ia adalah perkara baru. Dalam Syarh al-Maqashid, bid'ah tercela adalah apa yang diada-adakan dalam agama sedangkan ia tidak ada pada masa para Sahabat maupun para Tabi'in, dan tanpa dalil agama. Dan di antara orang-orang jahil, ada yang menjadikan setiap perkara yang tidak ada pada masa para Sahabat sebagai bid'ah tercela, sekalipun tanpa dalil yang menetapkan keburukannya, bersandar pada sabda beliau (shalallahu 'alaihi wa sallam) : « Awasilah kalian terhadap perkara-perkara baru » ; mereka tidak tahu bahwa yang dimaksud adalah mengada-adakan dalam agama apa yang bukan bagian darinya : semoga Allah Ta'ala menjaga kami dari mengikuti hawa nafsu dan meneguhkan kami atas mengikuti petunjuk Nabi dan keluarganya yang mulia.
Dalam bahasa : dari bad'atusy-syai' : engkau memulainya dengan bid'ah, dan ibtada'atuhu : ketika engkau menciptakan dan memulainya. Dan al-bad' : sesuatu yang pertama. Demikian firman-Nya : « Katakanlah : aku bukanlah rasul yang pertama ».
Amalan yang bertentangan dengan Sunnah.
Ia adalah perkara baru yang tidak diamalkan para Sahabat maupun para Tabi'in, dan tidak dituntut oleh dalil agama mana pun ; demikian kata as-Sayyid.