Découvrez la signification du terme Al-aḍṭbaʿ (اضطباع) dans le vocabulaire islamique.
Daftar isi :
Diperbarui pada 11 April 2026 pukul 01.05
📖 2 menit bacaIa adalah menyampirkan satu ujung jubahnya pada bahu kirinya, memasukkannya di bawah ketiak kanannya, dan menyampirkan ujung lainnya pada bahu kirinya, sehingga bahu kanan tetap terbuka dan yang kiri tertutup oleh kedua ujung izar. Kata ini diambil dari ad-dhib', yaitu lengan ('adud), karena ia tetap terbuka.
Dalam bahasa : ifti'al yang berasal dari ad-dhib', yaitu lengan ; kata ini mula-mula idthaba', kemudian tha menjadi tha', sehingga idhtaba'. Ia adalah memasukkan jubah ihram di bawah bahu kanan dan menyampirkannya pada bahu kiri ; ia juga ta'abbuts dan tawassyuh. « Idhtaba'a asy-syai' » : menaruhnya di bawah ketiaknya.
Idhtiba' yang diperintahkan kepada orang yang thawaf Ka'bah : memasukkan jubah di bawah ketiak kanan dan menutupi yang kiri. Dikatakan : « idhtaba'tu bi-tsaubi » : aku menyelimuti diriku dengan pakaianku. Kata ini berasal dari ad-dhib', lengan ; dari sanalah hadis : « bahwa beliau (shalawat dan salam tercurah kepadanya) thawaf Bait dalam keadaan idhtiba', mengenakan jubah merah ».
Untuk cara mengenakan pakaian saat thawaf : mengeluarkan jubah dari bawah ketiak kanan dan menyampirkannya pada bahu kiri, membuka bahu kanan dan menutupi yang kiri.