Islam > Glosarium > Al-iakhtiṣaar
Découvrez la signification du terme Al-iakhtiṣaar (اخْتِصَار) dans le vocabulaire islamique.
Daftar isi :
Diperbarui pada 11 April 2026 pukul 01.05
📖 1 menit bacaMerampingkan ungkapan dengan melimpahnya makna.
Dari iqtasharta ath-thariq : mengambil jalan yang terdekat ; dari sana ikhtishar perkataan, yang hakikatnya membatasi diri pada merampingkan ungkapan tanpa makna. Telah diharamkan « meringkas » sujud. Al-Azhari berkata : hal itu mengandung dua penafsiran : pertama, meringkas ayat yang mengandung sujud dan bersujud dengannya ; kedua, membaca surat dan, saat tiba pada ayat sujud, melewatinya tanpa bersujud.
Ikhtishar perkataan adalah perampingannya : merampingkan ungkapan dengan melimpahnya makna (al-Mishbah al-Munir 1/233 ; al-Mu'jam al-Washith 1/246 ; Mukhtar ash-Shihah, hlm. 177 ; ad-Dustur karya Ahmad Bakri, hlm. 51 ; al-Kulliyat, hlm.
60, 159 ; Tahdzib al-Asma' wal-Lughat, hlm. 90-91).
Dari ikhtashara ikhtisharan : « perkataan » : merampingkannya atau memotong sebagiannya (ikhtishar). « Si fulan iqtashara » : ia menaruh tangannya pada pinggulnya.