Découvrez la signification du terme Al-āla (آلة) dans le vocabulaire islamique.
Daftar isi :
Diperbarui pada 11 April 2026 pukul 01.05
📖 4 menit bacaPerantara antara pelaku dan tertimpa dalam sampainya pengaruh dari yang satu kepada yang lain, seperti gergaji bagi tukang kayu. Dan syarat terakhir untuk mengeluarkan sebab tengah, seperti ayah antara kakek dan anak : ia perantara antara pelakunya dan tertimpanya, tetapi ia bukan perantara antara keduanya dalam sampainya pengaruh sebab yang jauh kepada yang menerima akibat, karena pengaruh sebab yang jauh tidak mencapai yang menerima akibat, apalagi ada yang lain menyelisihi di antaranya ; yang mencapainya adalah pengaruh sebab tengah, karena pengaruh itu keluar darinya dan ia tergolong sebab yang jauh.
Perantara antara pelaku dan tertimpanya dalam sampainya pengaruh dari yang satu kepada yang lain, seperti gergaji bagi tukang kayu, dan syarat terakhir untuk mengeluarkan sebab tengah, seperti (orang yang ada) antara kakek dan cucu : ia perantara antara pelakunya dan tertimpanya, tetapi ia bukan perantara antara keduanya dalam sampainya pengaruh sebab yang jauh kepada yang menerima akibat, karena pengaruh sebab yang jauh tidak mencapai yang menerima akibat, apalagi ada yang lain menyelisihi di antaranya ; yang mencapainya adalah pengaruh sebab tengah, karena pengaruh itu keluar darinya dan ia tergolong sebab yang jauh. Dan ilmu mantiq adalah alat ('alah) bagi apa yang akan datang setelahnya, insya Allah Ta'ala. Isim alat menurut para ahli sharaf : setiap nama turunan dari kata kerja bagi apa yang dengannya dibantu dalam kata kerja itu, seperti « al-miftah » (kunci), nama bagi apa yang dengannya membuka, dan « al-mikhalah », nama bagi apa yang dengannya mengoles kohl.
Dalam bahasa : perkakas ; jamak : « al-at ». « Al-'alah » : apa yang digunakan sebagai perkakas, dalam bentuk tunggal maupun jamak ; dikatakan : ia jamak yang tidak memiliki bentuk tunggal serupa ; al-Ba'li berkata : perkakas adalah apa yang dengannya pekerjaan dilakukan. « Alat al-bait » (perkakas rumah) : seperti kapak dan cangkul, dengan dal yang dihilangkan ; diambil dari « al-ma'n » (batu api yang ringan), benda ringan dan berbatu ; penyair berkata : (aku tidak melenyapkannya, dan aku tidak merasakan susahnya ...
hilangnya hartamu bukan hal yang ringan). « Alat ad-din » (perkakas agama) : ilmu, demikian dalam perkataan 'Ali bin Abi Thalib, radhiyallahu 'anhu : « engkau menggunakan perkakas agama untuk mengupaya dunia », karena agama tidak tegak kecuali dengan ilmu ; demikian dalam « al-Lisan ». « Alat adz-dzabh » (perkakas sembelihan) : « asy-syafrah » dengan fathah, yaitu pisau besar ; « al-litsah », dengan kasrah pada lam dan sukun pada ya : kulit pelepah yang menempel ; dan « al-marwah », dengan fathah pada mim, tunggal « al-marw » : batu-batu putih mengkilap yang darinya diambil api ; demikian dalam « al-Maidani 'ala al-Quduri ».
Setiap nama yang diturunkan dari kata kerja, sebagai nama, bagi apa yang dengannya dibantu dalam kata kerja itu.
Ia adalah perantara (23/b) antara pelaku dan tertimpa pada sampainya pengaruh dari yang satu kepada yang lain.
Perantara antara pelaku dan tertimpa dalam sampainya pengaruh pelaku kepada yang satu, seperti gergaji bagi tukang kayu, yang dengannya sebab tengah dikeluarkan, seperti ayah antara kakek dan anak : ia perantara antara pelakunya dan tertimpanya, tetapi bukan perantara antara keduanya dalam sampainya pengaruh sebab yang jauh kepada yang menerima akibat, karena pengaruh sebab yang jauh tidak mencapai yang menerima akibat, apalagi menyelisihi di antaranya yang lain ; yang mencapainya adalah pengaruh sebab tengah, karena pengaruh itu keluar darinya dan ia tergolong sebab yang jauh. (at-Ta'rifat hlm. 34).
Ia adalah perantara antara pelaku dan tertimpanya dalam sampainya pengaruh dari yang satu kepada yang lain.