Arti istilah Al-ʿlaqa (علاقة) dalam glosarium Islam.
Daftar isi :
Diperbarui pada 11 April 2026 pukul 01.05
📖 2 menit bacaDengan kasrah pada 'ain : digunakan untuk hal-hal yang terindera ; dengan fathah : untuk makna-makna ; dan dalam « ash-Shihah » : « al-'ilaqah », dengan kasrah : tali busur dan cambuk dan semisalnya ; dengan fathah : ikatan permusuhan dan cinta dan semisalnya.
Suatu hal yang dengannya yang kedua secara pasti menyertai yang pertama, seperti sebab (illiyah) dan keterkaitan kesejawatan (tadaff).
Dengan fathah : digunakan untuk yang terakal ; dengan kasrah : untuk yang terindera ; ia cinta yang melekat pada hati ; ia dinamai « 'alaqah » karena lekatnya hati kepada yang dicintai. Menurut ahli mantiq : suatu hal yang dengannya suatu keadaan secara pasti menimbulkan keadaan lain ; ia dimaknai, dalam definisi keterkaitan keharusan ('alaqah luzumiyah), sebagai suatu hal yang dengannya mudaffun secara pasti menimbulkan madhfum, seperti sebab dan kesejawatan. Sebab : mudaffun menjadi sebab madhfum, atau sebaliknya, atau keduanya akibat dari satu sebab, seperti ucapkan kami : « jika matahari terbit, siang ada », dan sebaliknya : « jika siang ada, bumi terterangi ».
Kesejawatan dijelaskan dalam kesejawatan, seperti : « jika Zaid ayah 'Amr, maka 'Amr adalah anaknya ».
Suatu hal yang dengannya yang kedua secara pasti menyertai yang pertama, seperti sebab dan kesejawatan (Ta'rifat al-Jurjani, hlm. 162).
Suatu hal yang dengannya yang kedua secara pasti menyertai yang pertama, seperti sebab dan kesejawatan ; dengan kasrah pada 'ain, digunakan untuk hal-hal yang terindera, dan dengan fathah untuk makna-makna ; 'alaqah juga adalah mahar.