Arti istilah Alashd (أشد) dalam glosarium Islam.
Daftar isi :
Diperbarui pada 11 April 2026 pukul 01.05
📖 1 menit bacaAl-asyadd : kesempurnaan. Dikatakan : ia telah mencapai asyaddnya (yang terkuatnya) : ia sempurna dan mencapai kekuatan penuhnya. Dalam Wahyu yang mulia : « Dan ketika ia dewasa penuh (asyuddah), Kami anugerahkan kepadanya hukum (kemampuan memutuskan perkara) dan ilmu.
Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebajikan » (Yusuf, 22) ; kata ini pada bentuk jamak dengan makna tunggal, dan tidak diketahui tunggalnya. Asy-syadd : tarikan ; saat tingginya siang dan pagi (dhuha). Asy-syiddah : urusan yang berat ditanggung ; kerasnya hidup dan kesempitannya. Asy-syadid : yang kuat ; yang berat ; dikatakan : syadid al-quwwah (sangat kuat) : berkekuatan besar. Dalam Kitab yang mulia : « Mengajarnya Dzat Yang Maha Kuat (syadid al-quwwah) » (an-Najm, 5), artinya : Jibril (salam tercurah kepadanya). Yang keras kepala ; yang bakhil. Dalam Al-Qur'an yang mulia : « dan sungguh, manusia sangat kikir (syadid) terhadap hartanya » (al-'Adiyat, 8) (jamak : syidad, asyidda ; muannatsnya : syidad, syada'id).