Découvrez la signification du terme Al-ʿawl (عَوْل) dans le vocabulaire islamique.
Daftar isi :
Diperbarui pada 11 April 2026 pukul 01.05
📖 2 menit bacaKetinggian: suatu hal naik ('alat): ia meninggi. Dalam hal bagian-bagian: penambahan bagian yang menjadikan pengurangan masuk pada para ahli waris; dikatakan: kata itu berasal dari kemiringan, karena, ketika bagian meninggi, ia miring atas keseluruhan ahli waris, dan shaham-shaham mereka tergerus.
Dalam bahasa: kemiringan ke arah kezaliman dan ketinggian. Di kalangan ahli fara'id: 'awl adalah penambahan sebagian bagian melampaui penyebutnya, pada saat penyebut itu dalam kesempitan, demi menunaikan bagian-bagian yang terkumpul dalam penyebut itu; pengurangan kemudian masuk pada ahli waris sesuai shaham-shaham mereka.
Timbangan itu naik ('ala) ya'ul 'awlan: ia miring; 'awl: kezaliman dan kemiringan dalam penilaian; dari situ firman Allah: «yang demikian itu lebih dekat agar kamu tidak menyimpang».
Dalam bahasa: kemiringan ke arah kezaliman dan ketinggian; dalam hukum agama: penambahan bagian-bagian melampaui bagian yang ditetapkan, sehingga persoalan meninggi menjadi kelipatan bagian yang ditetapkan, dan pengurangan masuk pada ahli waris sesuai shaham-shaham mereka.
Laki-laki itu 'ala 'awlan: ia menaikkan suaranya dengan tangis dan jeritan. Bersandar padanya: mengandalkannya. Terbiasa bepergian: mengalaminya.
Al-'awl: pertolongan. Yang diqaddamkan dalam kesusahan. Ketinggian suara dengan tangis dan jeritan.
Kemiringan ke arah kezaliman. Nafkah keluarga. Dalam ilmu pewarisan, dalam hukum agama: penambahan bagian-bagian melampaui bagian yang ditetapkan, sehingga persoalan meninggi menjadi kelipatan bagian yang ditetapkan, dan pengurangan masuk pada para ahli waris sesuai shaham-shaham mereka.
(al-Jurjani).
Penambahan kelipatan bagian yang ditetapkan pada penyebut-penyebut.
Bahasa: kemiringan ke arah kezaliman.