Découvrez la signification du terme Al-brhan (برهان) dans le vocabulaire islamique.
Daftar isi :
Diperbarui pada 11 April 2026 pukul 01.05
📖 2 menit bacaYaitu silogisme yang tersusun dari kebenaran-kebenaran yang pasti, baik yang langsung (haddhiyyah), maupun yang tak langsung (nzhari); dan alat (wasith) harus menjadi sebab hubungan besar-kecil; jika ia sekaligus sebab keberadaan hubungan itu di luar, ia burhan limmi, seperti ketika kita berkata: ini memiliki humoral yang membusuk, dan segala yang memiliki humoral membusuk demam, maka ini demam: pembusukan humoral, sebab tegaknya demam dalam akal, demikian pula sebab tegaknya di luar; jika tidak, ia hanya sebab hubungan dalam akal, dan itu burhan inni, seperti ketika kita berkata: ini demam dan memiliki humoral membusuk, maka ini memiliki humoral membusuk: demam, sekalipun sebab tegaknya pembusukan humoral dalam akal, bukan sebabnya di luar, tetapi sebaliknya.
Dalam Qamus: hujah. Di kalangan para logisi: silogisme yang tersusun dari kebenaran-kebenaran yang pasti, baik bukti-bukti langsung maupun yang nzhari yang berujung pada bukti-bukti itu.
Dalam al-Qamus al-Qawim: yaitu hujah, bukti yang menentukan; sebagaimana firman Allah Yang Mahatinggi: «Katakanlah: bawalah bukti (burhan) kalian, jika kalian orang benar».
Yaitu silogisme yang pasti dalam susunannya.
Silogisme yang tersusun dari kebenaran-kebenaran yang pasti.
Yaitu silogisme yang diambil dari kebenaran-kebenaran yang pasti, baik yang langsung, yaitu yang haddhiyyah, maupun yang tak langsung, yaitu yang nzhari; an-Nasafi berkata: «burhan adalah paparan yang dengannya tampak yang hak memisahkan diri dari yang bathil».