Apa arti Al-dwran?

Islam > Glosarium > Al-dwran

Arti istilah Al-dwran (دوران) dalam glosarium Islam.

Daftar isi :

Diperbarui pada 11 April 2026 pukul 01.05

📖 4 menit baca

Definisi Al-dwran

Al-dwran selon Kitab at-Ta'rifat (Al-Jurjani)

Secara bahasa: mengelilingi suatu hal. Dalam pemakaian istilah: berdirinya suatu hal bersama hal lain yang mampu menjadi sebab berpengaruh, seperti aliran sengit yang menyusul minuman scammonium; yang pertama dinamai dha'ir, yang kedua madhar. Tiga kasus: pertama, madhar menjadi sebab dha'ir dalam keberadaan dan bukan dalam ketiadaan, seperti minuman scammonium bagi aliran sengit: begitu ia ada, aliran sengit ada; jika ia tidak ada, aliran sengit tidak tentu absen, karena dapat datang dari obat lain.

Kedua, madhar menjadi sebab dha'ir dalam ketiadaan dan bukan dalam keberadaan, seperti kehidupan bagi ilmu: jika ia tidak ada, ilmu tidak ada; jika ia ada, ilmu tidak tentu ada. Ketiga, madhar menjadi sebab dha'ir dalam keberadaan dan dalam ketiadaan, seperti zina muhshan (orang yang pernah menikah), karena wajibnya rajam: setiap kali ia ada, rajam wajib; ketika ia tidak ada, tidak wajib.

Al-dwran selon Dustur al-'Ulama (Al-Ahmadnagari)

Secara bahasa: mengelilingi suatu hal; waw tidak diubah menjadi alif karena harakatnya dan fathah pada yang mendahuluinya, tidak disediakan pencegah apa pun dari makna kata tentang harakat dan kegolakan. Dalam pemakaian istilah: berdirinya suatu hal bersama hal lain yang mampu menjadi sebab berpengaruh, seperti kepengecutan (sukr) yang menyusul minum khamr; yang pertama dinamai dha'ir, yang kedua madhar. Dengan kata lain: berhimpitnya suatu hal dengan hal lain dalam keberadaan dan ketiadaan; tiga kasus: pertama, madhar menjadi sebab dha'ir dalam keberadaan dan bukan dalam ketiadaan, seperti minum khamr bagi kepengecutan: ketika ia ada, kepengecutan ada; ketika ia tidak ada, kepengecutan tidak tentu absen, karena dapat datang dari minum jusquiame.

Kedua, madhar menjadi sebab dha'ir dalam ketiadaan dan bukan dalam keberadaan, seperti keberadaan tangan bagi tulisan: jika tangan tidak ada, tulisan tidak ada; jika ia ada, tulisan tidak tentu ada. Ketiga, madhar menjadi sebab dha'ir dalam keberadaan dan dalam ketiadaan, seperti zina muhshan, karena wajibnya rajam: setiap kali ia ada, rajam wajib; setiap kali ia tidak ada, tidak wajib.

Al-dwran selon Mu'jam al-Mustalahat al-Fiqhiyya

Secara bahasa: perputaran; diturunkan dari «dhara asy-syay' yadhuru hawlan wa-dawran» (hal itu berputar, berputar dalam lingkaran dan rotasi). Dalam pemakaian istilah: ar-Razi mendefinisikannya sebagai berdirinya dengan berdiri dan hilangnya dengan hilang, yaitu berdirinya hukum bersama berdirinya wasf dan hilangnya bersama hilangnya; wasf dinamai madhar dan hukum dha'ir. Didefinisikan juga: berdirinya suatu hal bersama hal lain yang mampu menjadi sebab berpengaruh, dalam keberadaan dan ketiadaan; disebutkan oleh syaikh Zakariyya.

Sebagian menyebutnya dawran eksistensial dan non-eksistensial, atau dawran mutlak; ketika hukum ada bersama wasf, dikatakan dawran eksistensial atau tardi (konkomitansi langsung); ketika hukum hilang bersama hilangnya wasf, dikatakan dawran non-eksistensial atau 'aks (konkomitansi terbalik). Tiga kasus: pertama, madhar menjadi sebab dha'ir dalam keberadaan dan bukan dalam ketiadaan, seperti minuman scammonium bagi aliran sengit: begitu ia ada, aliran sengit ada; jika ia tidak ada, aliran sengit tidak tentu absen, karena dapat datang dari obat lain. Kedua, madhar menjadi sebab dha'ir dalam ketiadaan dan bukan dalam keberadaan, seperti kehidupan bagi ilmu: jika ia tidak ada, ilmu tidak ada; jika ia ada, ilmu tidak tentu ada.

Ketiga, madhar menjadi sebab dha'ir dalam keberadaan dan dalam ketiadaan, seperti zina muhshan, karena wajibnya rajam: setiap kali ia ada, rajam wajib; ketika ia tidak ada, tidak wajib. Lihat: al-Ihkam karya al-Amidi, 3/61; Taysir at-tahrir, 4/49; syarh al-Iji atas Ibn al-Hajib, 2/245; At-Ta'rifat karya al-Jurjani, hlm. 94; al-Hudud al-anikah, hlm.

82; At-Tawqif, hlm. 342.

Al-dwran selon Maqalid al-'Ulum (As-Suyuti)

Bahwa hukum datang bersama datangnya dan hilang bersama hilangnya; berdirinya suatu hal bersama hal lain yang mampu menjadi sebab berpengaruh, dalam keberadaan, ketiadaan, atau pencegahan.

Al-dwran selon At-Tawqif (Al-Munawi)

Secara bahasa: mengelilingi suatu hal.

Al-dwran selon At-Ta'rifat al-Fiqhiyya (Al-Barkati)

Secara bahasa: mengelilingi suatu hal.

Istilah terkait: Al-dwran

بسم الله الرحمن الرحيم Sel 23 Rabiul Akhir
الثلاثاء 23 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 24.4 / 29.5
Iluminasi 27%
Bulan baru dalam 5 hari
لا إله إلا الله Tiada Tuhan selain Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi