Découvrez la signification du terme Al-ijmal- (إجمال) dans le vocabulaire islamique.
Daftar isi :
Diperbarui pada 11 April 2026 pukul 01.05
📖 2 menit bacaMengucapkan kalam dengan cara yang menerima beberapa kemungkinan; tafshil (merinci) adalah mengkhususkan sebagian kemungkinan itu atau keseluruhannya.
Mengucapkan kalam dengan cara yang menerima beberapa kemungkinan.
Mengucapkan kalam dengan cara yang tidak tertentu (mubham).
Mengucapkan kalam dengan cara yang menerima beberapa kemungkinan; tafshil (merinci) adalah pengkhususan sebagian kemungkinan itu atau keseluruhannya.
Secara bahasa: memperoleh, mencatat, menghimpun. Dikatakan: «aku telah menghimpun perkara itu» (ajma'tu), yaitu aku memperolehnya. Dalam hadits: «sebuah Kitab yang di dalamnya nama-nama penghuni Surga, disusun hingga yang terakhir (ujmilah), yang tidak ditambah apa pun kepadanya dan tidak dikurangi apa pun darinya».
Mengucapkan kalam dengan cara yang menerima beberapa kemungkinan (at-Ta'rifat, hlm. 7). Dikatakan juga: pengetahuan bagian-bagian tanpa dapat membedakannya; dan ijmal kalam adalah pengucapannya dengan cara yang rinciannya tidak ditentukan (al-Mufradat, hlm.
98).
Mengucapkan kalam dengan cara yang menerima beberapa makna di dalamnya (dengan umum). Kalam yang isyaratnya tidak memungkinkan menentukan yang dituju kecuali dengan penentu: kalam yang yang dituju hanya diketahui dengan penjelasan yang datang dari sisi pengucapan globalnya (mujmal).