Apa arti Al-jdl?

Islam > Glosarium > Al-jdl

Découvrez la signification du terme Al-jdl (جدل) dans le vocabulaire islamique.

Daftar isi :

Diperbarui pada 11 April 2026 pukul 01.05

📖 2 menit baca

Definisi Al-jdl

Al-jdl selon Kitab at-Ta'rifat (Al-Jurjani)

Yaitu penalaran (qiyas) yang tersusun dari mukaddimah-mukaddimah yang masyhur dan yang diakui; tujuannya adalah memaksa lawan dan mendiamkan orang yang tidak mampu menggapai mukaddimah-mukaddimah burhan (bukti rasional).

Al-jdl selon Kitab at-Ta'rifat (Al-Jurjani)

Menolak lawan, dengan argumen maupun dugaan, dari merusak perkataannya; atau menuju dengannya perbaikan ucapannya; itu pada hakikatnya perdebatan.

Al-jdl selon Mufradat (Ar-Raghib)

Ia menunjuk menolaknya lawan, dengan argumen maupun dugaan, dari merusak perkataannya; itu hanya terjadi dengan membantah orang lain, sedangkan nazar (penelaahan) dapat dilakukan sendirian.

Al-jdl selon Dustur al-'Ulama (Al-Ahmadnagari)

Kekuatan dan semangat berdebat; dalam istilah para logikawan: suatu penalaran yang tersusun dari proposisi-proposisi yang masyhur maupun diakui untuk menghasilkan perkataan lain. Ahli jadal dapat menjadi penanya, dan tujuan ikhtiarnya adalah memaksa lawan dan mendiamkan orang yang tidak mampu menggapai mukaddimah-mukaddimah burhan; ia juga dapat menjadi penjawab, dan tujuannya adalah tidak menjadi objek paksaan.

Al-jdl selon Mu'jam al-Mustalahat al-Fiqhiyya

Yaitu bantahan dalam pendapat dan kerasnya perselisihan; digunakan baik untuk yang benar maupun yang batil. Yaitu: menolak lawan, dengan argumen, dari merusak perkataannya, dengan menuju perbaikan ucapannya; atau: penalaran yang tersusun dari mukaddimah-mukaddimah yang masyhur dan diakui, yang hanya terjadi dengan membantah orang lain, sedangkan nazar dapat dilakukan sendirian. Jadal (dengan dhommah jim dan dal mufakhkhamah): terpisahnya anggota-anggota badan tanpa patah.

(Mu'jam al-Maqayis, entri «jdl», hlm. 205; al-Mughni Ibnu Batisy, hlm. 297; al-Hudud al-Aniqah, hlm.

73; al-Kulliyyat, hlm. 353; al-Qamus al-Qawim, hlm. 119; at-Tauqif, hlm.

236).

Al-jdl selon Maqalid al-'Ulum (As-Suyuti)

Penalaran yang tersusun dari mukaddimah-mukaddimah yang masyhur dan diakui.

Al-jdl selon At-Tawqif (Al-Munawi)

Penalaran yang tersusun dari mukaddimah-mukaddimah yang masyhur maupun diakui; tujuannya adalah memaksa lawan dan menjadikan paham orang yang tidak mampu menggapai mukaddimah-mukaddimah burhan.

Al-jdl selon At-Ta'rifat al-Fiqhiyya (Al-Barkati)

Yaitu penalaran yang tersusun dari mukaddimah-mukaddimah yang masyhur dan diakui, atau menolak lawan, dengan argumen maupun dugaan, dari merusak perkataannya, atau menuju dengannya perbaikan ucapannya.

Istilah terkait: Al-jdl

بسم الله الرحمن الرحيم Sen 22 Rabiul Akhir
الاثنين 22 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 24.1 / 29.5
Iluminasi 30%
Bulan baru dalam 5 hari
سبحان الله Maha Suci Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi