Apa arti Al-khlaʾ?

Islam > Glosarium > Al-khlaʾ

Arti istilah Al-khlaʾ (خلاء) dalam glosarium Islam.

Daftar isi :

Diperbarui pada 11 April 2026 pukul 01.05

📖 4 menit baca

Definisi Al-khlaʾ

Al-khlaʾ selon Kitab at-Ta'rifat (Al-Jurjani)

Yaitu ruang yang diklaim Platon kosong, dan ruang khayali menurut para mutakallimin, yaitu ruang yang dibayangkan imajinasi dan dipersepsi dari jasad yang meliputi jasad lain, seperti ruang yang ditempati air maupun udara di dalam bejana; ruang khayali ini termasuk yang mana jasad dapat terjadi dan dapat menjadi pembawanya menurut mereka; dari sudut itu mereka menjadikannya hayyiz (ruang) jasad, dan dari sudut kosongnya dari diduduki jasad mereka menjadikannya khala' (ruang hampa); maka khala' menurut mereka adalah ruang hampa itu, dengan syarat tidak ada penduduk jasad mendudukinya; ia saat itu penafian murni, karena ruang hampa khayali tidak ada di luar, melainkan bagi mereka hal yang dibayangkan: jika ia ada, ia adalah ruang yang mereka klaim kosong, dan mereka tidak mengatakannya; para bijak berpendapat ruang hampa mustahil, dan para mutakallimin bahwa ia mungkin; apa yang berada di luar dunia bukanlah ruang, bukan karena ruang-ruang berakhir pada dunia, maupun karena ia dapat bertambah ataupun berkurang; karena ia penafian murni, dan tidak mungkin hampa dalam salah satu dari ked

ua makna; tetapi hampa hanya mengalir dari keberadaan pembawa dengan ketiadaan yang dibawa, dan itu tidak mungkin.

Al-khlaʾ selon Dustur al-'Ulama (Al-Ahmadnagari)

Yaitu ruang hampa yang dibayangkan, dengan syarat jasad tidak terjadi di dalamnya; dan itu ruang yang dibayangkan tanpa dipertimbangkan terjadinya jasad di dalamnya. Ruang yang dibayangkan dengan pertimbangan terjadinya jasad di dalamnya adalah makan (tempat) menurut para mutakallimin, sebagaimana akan datang pada entri makan, jika Allah menghendaki.

Al-khlaʾ selon Mu'jam al-Mustalahat al-Fiqhiyya

Yang mad (dipanjangkan): tempat buang hajat; dan yang maqshur, tanpa hamzah: tumbuhan. Al-khala' mad: tempat manusia membuang hajat, menurut al-Jauhari; asalnya adalah khalwah, karena orang yang ingin membuang hajat melakukannya sendirian agar berjauhan, dan tempat itu dikhususkan dengan nama ini. Abu Ubaid berkata: tempat buang hajat dinamai: al-khala', al-madzhab, al-marfiq dan al-mirhad; disebut juga al-kanif, untuk menutupi diri di sana; dan segala yang tertutup, bangunan maupun yang lain, adalah kanif.

Khala': ruang yang diklaim Platon kosong. Khala': ruang khayali menurut para mutakallimin, yaitu ruang yang dibayangkan imajinasi dan dipersepsi dari jasad yang meliputi jasad lain, seperti ruang yang ditempati air dan udara di dalam bejana; ruang hampa khayali ini adalah hal yang sifatnya menerima jasad dan menjadi pembawanya menurut mereka; dari sudut itu mereka menjadikannya tempat jasad, dan dari sudut kosongnya dari diduduki jasad mereka menjadikannya khala'. Khala' mustahil menurut para bijak, berbeda dengan para mutakallimin.

(Al-Mathla', hlm. 11, 230; al-Kafiyah al-Khwarizmi, 1/366, 367; al-Mughni Ibnu Batisy, hlm. 47).

Al-khlaʾ selon At-Tawqif (Al-Munawi)

Tempat tanpa penutup, bangunan maupun yang lain. Khala' (al-Ta'rifat, hlm. 105): ruang yang diklaim Platon kosong, dan ruang khayali menurut para mutakallimin, yaitu ruang yang dibayangkan imajinasi dan dipersepsi dari jasad yang meliputi jasad lain, seperti ruang yang ditempati air dan udara di dalam bejana; ruang hampa khayali ini adalah hal yang sifatnya menerima jasad dan menjadi pembawanya menurut mereka; dari sudut itu mereka menjadikannya tempat jasad, dan dari sudut kosongnya dari diduduki jasad mereka menjadikannya khala'.

Dan khala' mustahil menurut para bijak, berbeda dengan para mutakallimin.

Al-khlaʾ selon Mu'jam Lughat al-Fuqaha

Dengan fathah kha, mad, dari khala: tempat tanpa bangunan (ruang kosong).

Istilah terkait: Al-khlaʾ

بسم الله الرحمن الرحيم Sel 23 Rabiul Akhir
الثلاثاء 23 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 24.2 / 29.5
Iluminasi 29%
Bulan baru dalam 5 hari
أستغفر الله Aku memohon ampun kepada Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi